ALAM MENGHUKUM SIAPA?

Terbaru21 Dilihat

 

Bencana alam bisa datang kapan saja. Badai, gempa bumi, kekeringan, penyakit, atau perubahan lingkungan menerjang tanpa memilih korban berdasarkan baik atau buruknya manusia dan lingkungan.

Alam bekerja menurut hukumnya sendiri. Pohon yang rapuh lebih mudah tumbang diterpa angin dibanding pohon yang kuat akarnya. Lain halnya alam mendatangkan musibah karena ulah dan tingkah polah manusia. Pohon tumbang karena ditebang. Air melupakan karena tak lagi terserap. Panas menyengat karena langit tak ada lagi penyekat.

“Alam tidak menghukum yang jahat, tetapi menghukum yang lemah.” Demikian bunyi kata bijak. Lemah dalam artian bukan fisik, tapi ketidak berdayaan menepis bisikan dan rayuan kondisi menyenangkan dalam kelimpahan materi alias kekayaan. Tak peduli cara apa yang ditempuh alias menghalalkan segala cara.

Lalu alam menghukum siapa? mereka yang membuat “mara” kah? Mara yang berarti “kepahitan” dalam bahasa Iberani dan berarti “kematian” dalam mitologi Hindu dan Buddha, entitas iblis yang menggoda Siddhartha Gautama. Ataukah “mara” dalam yang bahasa Arab berarti “kesenangan” atau “keriangan”? Walahualam bimsawab.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

 

Tinggalkan Balasan