
Ahad, 6 Desember kembali hujan. Untunglah sudah main tennis satu setengah set. Lumayan berkeringat sesusai motto olahraga men sana in corpore sana. Dalam badan yang kuat terdapat jiwa sehat.
Memang di akhir tahun sudah masuk musim hujan. Entah kebetulan atau tidak nama bulan sejak akhir agustus semua ber-akhiran ber. September, Oktober, November dan Desember.
Maknanya kata ber orang kampong awak di Tempino Jambi, siapkan banyak banyak ember. Untuk apa lagi kalau tidak menampung air hujan.
Seperti biasa BHP Club Tennis berlatih Sabtu dan Ahad Pagi. Pada setiap latihan selau ada makanaan. Teman teman secara bergantian menyediakan makanan walaupun tidak terjadwal.
Pasalnya 80 Persen anggota BHP Tennis Club termasuk golongan Lansia. Kelapangan tennis itu bukan sekedar main tennis. Justru yang menjadi prioritas adalah silaturahmi. Kedua makan makan dan ke tiga baru berlatihan tenis sekenanya.
Sabtu kemarin tepatnya 5 Desember 2020 kami memesan siomay langganan by phone. Namun hari itu si abang siomay libur. Kami panggilan Mas Kitot Satpam BHP. Sasaran berubah ke siomay di Kabapin.
Ternyata baru buka siangan. Mas Kitot by phone laporan. Akhirnya diputuskan makan bersama hari itu ialah bakso. Sementara teman teman sudah masing masing masing tennis 1 kali. Awak baru main ke dua.
Satpam Kitot tiba, teman teman yang sedang istirahat dipersilahkan menyantap terlebih dulu. Kami tidak usyah ditunggu selagi bakso masih panas.
Eh tiba tiba saja mendung. Cepat sekali terjadi perubahan cuaca. Kami menghentikan permainan di gerimis kecil. Net di buka Pak Victor dan Mas Rosyid.
Bersegera kami menikmati Bakso. Hujan belum begitu deras gerimis basah masih bisa menikmati Bakso. Waduh ternyata sang hujan ngak mau kompromi. Ditengah menyelesaikan makan bakso hiujan semakin deras.
Padalah bakso baru dininkmati sepertiga. Bersegara kami beringsut meninggalkan lapangan menuju tempat istirahat di kantor Dinas Petamanan Jaktim
Ternyata hujan semakin deras. Terpaksalah bakso dalam mangkok mendapat tambahan kuah. Itulah air hujan. Mangkok sudah berusaha ditutuo tetapi tidak aka penutup, Maka sambil berlari menuju tempat berteduh mangkok bakso telah bercampur sempurna dengan air hujan.
Beberapa teman meneruskan menikmati bakso. Enak katanya ada rasa asin. Awak sudah kehilangan selera. Terrpaksa kenikmatan bakso hanya dirasakan sedikit. Lumayan juga sang lidah mengecap kudapan hari hujan itu walaupun tidak sampai selesai.
Demikan kisah nyata Makan Bakso Kuah Air Hujan. Mungkin inilah kisah nyata pertama yang dinalami. Hujan turun tina tiba saja tanpa di iringi geledek atau geluduk.
Oleh karerna itu hati hati teman dalam melakukan kegiatan di luar rumah Sedia payung sebelum hujan.
Salamsalaman
BHP061220
YPTD









Pasalnya 80 Persen anggota BHP Tennis Club termasuk golongan Lansia. Kelapangan tennis itu bukan sekedar main tennis. Justru yang menjadi prioritas adalah silaturahmi. Kedua makan makan dan ke tiga baru berlatihan tenis sekenanya.
Udah gak ada cara cuci mata lagi ya, pak Thamrin hahaha
Bang Katedra
Pemain tennis sudah pada rabun hehehe