DIAM MENYIMAK MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Pembicara yang baik sejatinya adalah Pendengar yang baikyang baik

Terbaru432 Dilihat

Proses menangkap suara atau bunyi dengan telinga, disebut mendengar. Dalam pengertian lain bisa dimaksudkan mendapat kabar, mengikuti, atau mengindahkan.

Mengikuti atau mengindahkan ini nenjadi hal penting dalam berinteraksi sehingga terjalin komunikasi. Komunikasi itu adalah kesamaan makna atas isi pesan antara penyampai pesan dan penerima pesan. Harold Lasswell seorang pakar komunikasi mengemukakan dalam suatu interaksi terjadi komunikasi. Intinya ditekankan pada dasar yang harus dapat menjawab berbagai pertanyaan “Siapa?”, “Mengatakan Apa?”, “Melalui Saluran Apa?”, “Kepada Siapa?”, dan “Dengan Efek Apa?”.

Ketika terkait siapa mengatakan apa maka hal mendengar menjadi penting. Karena salah mendengar, tidak sabar untuk mendengar apa yang disampaikan akan terjadi ketidak samaan makna. Akibatnya umpan balik yang diberikan penerima pesan menimbulkan efek yang berbeda. Efek ini dapat berupa sumbatan komunikasi yang menimbulkan umpan balik yang bertentanga atau jauh beebeda dengan isi pesan yang dimaksud oleh siPende pemberi pesan.

Ada perbedaan atara mendengar dan mendengarkan. Mendengar terjadi karena indra pendengar yaitu telinga menangkap bunyi atau suara. Sedangkan mendengarkan merupakan tindakan aktif dan disengaja untuk memahami informasi dari suara yang didengar. Ini diartikan dengan menyimak atau dalam bahasa Jawa “nyemak” orang Sunda menyebutnya “ngabandungan”. Dalam bahasa Inggris dibedakan antara “to hear” dan “to listen”.

Ada pepatah mengatakan diam itu emas. Di dalam proses komunikasi hal ini penting karena untuk mendengarkan diperlukan sikap diam. Diam di sini dalam artian kondisi seseorang yang tidak mengeluarkan suara atau tidak memberi tanggapan apapun ketika seseorang berbicara menyampaikan pesan. Tidak cepat menyela atau cepat merespon sebelum lawan bicaranya selesai menyampaikan pesan.

Dengan bersikap demikian membuat si pendengar dapat menangkap isi pesan dengan baik. Maka terjadilah kesamaan makna, kemudian dapat memberikan umpan balik atau respon yang tepat atas isi pesan yang disampaikan si pembicara.

Seorang pendengar yang baik sejatinya akan menjadi pembicara yang baik. Di Sekolah Dasar (Sekolah Rakyat-SR) dahulu ada pelajaran menyimak. Murid diminta duduk tenang dengan melipat tangan, dan diminta untuk mendengar, memperhatikan guru menyampaikan cerita. Kemudian setelah guru sekesai bercerita, murid diminta untuk merespon dengan menuturkan kembali cerita guru dengan kata-kata sendiri apa yang mereka dengar dan pahami.

Guru juga memancing pendapat murid dengan memberikan berbagai pertanyaan untuk mengeksplor, memancing dan mendorong murid untuk berbicara mengemukakan pendapat mereka.

Di dalam pelajaran “menyimak” ada unsur diam, tenang berkonsentrasi mendengarkan, memperhatikan isi pesan lalu memberikan respon.

Mendengarkan atau menyimak ini tidak mudah karena sering terjadi reaksi spontan dari si pendengar. Ini biasa terjadi dalam suatu komunikasi. Karena inti dari komunikasi adalah interpertasi dari informasi yang diterima melalui panca indera. Sedangkan inti dari interpretasi adalah persepsi yang memungkinkan seseorang untuk memahami apa yang di lihat, dengar, rasakan, dan sebagainya. Kemudian memberikan tanggapan atau respon.

Seorang pendengar tidak hanya menerima rangsangan atau stimulan, tetapi juga menafsirkan dan memberikan arti pada rangsangan tersebut.

Kata bijak mengatakan “hendaklah cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata”. Syarat untuk menjadi pendengar yang baik: fokus pada lawan bicara, hindari gangguan, tunjukkan empati, dan berikan respon yang cepat. Memperhatikan bahasa tubuh itu juga penting, hindari menyela dan langsung memberikan solusi.

Itu antara lain kiat untuk menghindari “debat kusir”. bahkan terjadi kegaduhan dalam suatu forum yang sering disuguhkan nelalui berbagai media elekronik dan media sosial yang marak ditayangkan.
(Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan

9 komentar

  1. Ping-balik: where to buy clomid
  2. Ping-balik: sildenafil de 100 mg
  3. Ping-balik: sildenafil 50mg cost
  4. Ping-balik: 75mg viagra
  5. Ping-balik: cialis 50mg