HARI LANSIA NASIONAL

Terbaru339 Dilihat

Pemerintah telah menetapkan setiap tanggal 29 Mei itu diperingati sebagai Hari Lansia Nasional. Indonesia dikatakan tengah memasuki fase “aging population”. Fase yang proporsi penduduk lansia semakin meningkat. Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya peningkatan harapan hidup dan penurunan angka kelahiran.

Lanjut usia merupakan tahap akhir dalam siklus hidup (life cycle) manusia. Kementerian kesehatan menetapkan batas usia lansia mulai dari 60 tahun ke atas. Ada pula sumber informasi yang mengklasifikasikan lansia menjadi: lansia muda (60-69 tahun), lansia madya (70-79 tahun), dan lansia tua (80 tahun ke atas).

Berada di klasifikasi mana pun usia lanjut seseorang selama mereka masih dapat berpartisipasi secara sosial dan produktif, serta memiliki kemampuan fisik dan kognitif yang memadai untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka adalah lansia aktif.

Ketika seseorang memasuki usia kategori lanjut, tak dapat disangkal akan dikunjungi berbagai masalah. Ini berkaitan dengan perubahan fisik akibat proses penuaan, menurunnya fungsi sel-sel tubuh, dan penurunan sistem imun.

Lansia sering bermasalah dengan selera makan. Indra pengecap pada lidah memang menurun. Rasa makanan yang dulu dikecap lidah dengan lezat tak lagi terasa sedap. Belum lagi masalah gigi geligi yang tak lagi sekuat di masa muda.

Hari-hari yang dilalui bisa saja diganggu oleh sembelit yang datang melilit. Belum lagi di malam hari mata sulit terpejam terjaga sepanjang malam menanti pagi di ambang fajar.

Secara umum lansia sering dihinggapi penyakit degeneratif seperti dimensia, osteoporosis, penyakit jantung, diabetes, stroke, kesulitan bernapas dan batuk kronis yang dikenal dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Juga mengalami gangguan fisik berupa menurunnya pendengaran dan penglihatan, gangguan keseimbangan, gangguan punggung dan leher ditambah depresi dan menurunnya kekuatan psikologis yang ditandai dengan perasaan cemas, kesepian, dan kurang percaya diri.

Guna mengantisipasi dan menjaga kerepotan kelak jika menapaki usia lanjut ini menjaga pola makan sehat, olahraga teratur, istirahat yang cukup, menjaga hubungan sosial, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mematuhi pengobatan, merupakan hal-hal yang sangat dianjurkan.

Kata bijak menyatakan “Jangan takut menua, karena usia senja membawa kedamaian dan kebijaksanaan”. Di usia senja, kita belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya dan kesabaran adalah hasil dari perjalanan panjang di usia senja”.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan