BERKOMUNIKASI LEWAT BAHASA TUBUH

Terbaru226 Dilihat

Ketika memperhatikan seseorang sedang berbicara menyampaikan pesan atau informasi, sering penyampaian kata-katanya disertai dengan gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuhnya. Itulah bahasa tubuh (body language).

Bahasa tubuh merupakan bentuk komunikasi nonverbal. Artinya pesan disampaikan atau tersampaikan bukan dengan kata-kata melainkan dengan gerakan-gerakan bagian tubuh.

Kerap gerakan bagian tubuh ini bisa disadari atau tanpa disadari  muncul ketika seseorang berkomunikasi dalam suatu interaksi pembicaraan. Memang pada dasarnya dikatakan komunikasi terjadi ketika orang yang berinteraksi mencapai kesamaan makna atas pesan yang disampaikan.

Ketika kesamaan makna ini tercapai berarti kedua pihak yang berinteraksi saling memahami interpertasi dan persepsi masing-masing. Pasalnya inti dari pada komunikasi adalah persepsi dan inti dari persepsi adalah interpertasi.

Ketika menanggapi stimulan atau rangsangan yang diterima maka reaksi atau respon terhadap stimulan itu muncul. Apa yang menjadi interpertasi seseorang akan menjadi persepsinya yang kemudiian diekspresikan lewat simbol bahasa yaitu kata-kata bahkan bahasa tubuh. Itulah komunikasi jika tidak akan terjadi sumbatan. Bisa gagal paham atau pun salah paham.

Bahasa tubuh setidaknya terlihat dari ekspresi wajah, gesture, kontak mata, dan postur untuk menyampaikan pesan atau informasi. Ini adalah cara seseorang menyampaikan pikiran dan perasaan yang bukan menggunakan kata-kata.

Ekspresi wajah muncul dalam bentuk senyum, kerutan dahi, dan gerakan mata dapat menunjukkan emosi dan perasaan.

Ketika senyum tersungging di sudut bibir dan wajah cerah menunjukkan  rasa  senang, keramahan, atau persetujuan.

Jika dahi berkerut bisa berarti kebingungan, kekhawatiran, atau kejengkelan atau tidak berkenan. Mata melotot menunjukkan keterkejutan, ketakutan, atau kemarahan.
Mulut atau bibir  mencibir menunjukkan ketidak setujuan, kesedihan, atau kekecewaan bahkan ejekan.

Gesture berupa gerakan tubuh, terutama anggota badan seperti tangan, kepala, mata bibir,  mengekspresikan suatu ide, perasaan, atau maksud tertentu, bahkan juga dapat memberikan informasi tentang sikap, kepribadian, dan maksud seseorang.

Seseorang mengangguk menunjukkan persetujuan atau pemahaman. Menggelengkan kepala:menunjukkan penolakan atau tidak setuju.
Melambaikan tangan:  menunjukkan salam atau perpisahan. Menunjuk  menunjukkan arah atau objek tertentu. Gestur tangan terbuka  menunjukkan ketulusan atau keterbukaan.

Menyilangkan tangan       terkadang mengekpresikan sikap defensif atau tertutup, namun juga bisa menunjukkan kenyamanan.

Memasukkan tangan ke saku bisa menunjukkan rasa tidak aman atau kurang percaya diri.
Mengusap dagu sering menunjukkan sedang berpikir atau mempertimbangkan sesuatu. Terkadang seseorang yang memegang kepala menunjukkan rasa sakit atau kelelahan.

Kontak mata yang dilakukan saat berbicara juga memiliki makna, misalnya, tatapan mata yang intens atau tajam bisa menunjukkan ketertarikan atau bahkan ancaman.

Bahasa tubuh memegang peranan penting dalam berbagai situasi, termasuk percakapan sehari-hari, presentasi, dan interaksi sosial lainnya. Termasuk membantu  menyampaikan emosi, niat, dan perasaan seseorang, bahkan ketika kata-kata tidak diucapkan atau terucapkan.

Karena itu mendalami bahasa tubuh dapat membantu seseorang untuk lebih memahami orang lain dan berkomunikasi secara lebih efektif.

Bahasa tubuh merupakan bahasa universal”, dan “Bahasa tubuh” mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan