ULEKUTEK ITU TERNYATA MAKANAN

Terbaru125 Dilihat

Dulu semasa kecil di Bandung saya sering mendengar kalimat ini keluar dari ibu “ulah sok ngulekutek wae di kamar jung kaditu ulin jeung babaturan atuh”.artinya jangan diam aja di kamar pergi sana main sama teman.

Apa pasal? ya pasalnya saya sering membaca buku komik dan mengurung diri di kamar. Jarang bermain dengan teman-teman.  Ibu mungkin kuatir anaknya jadi kurang “gaul” tidak bersosialisasi dengan anak-anak sebaya. Sebenarnya saya pikir tidak salah membaca di kamar yang bisa seharian apa lagi kalau hari libur.

Kebiasaan membaca saya ini mungkin terpengaruh oleh ayah dan kakak yang memang gemar membaca. Sering saya lihat keduanya asyik membaca bahkan kerapkali suara ibu menegur karena perlu bantuan entah di dapur atau mengerjakan sesuatu.

Tetapi ini bukan soal membaca yang mau diutarakan. Tetapi kata “ulekutek” atau “Ulukutek” itu. Ulukutek dalam bahasa Sunda artinya
diam saja dirumah atau tidak berkegiatan diluar.

Tapi ada juga makanan yang dinamakan ulekutek. Entah bagaimana sampai makanan ini dinamakan demikian. Tetapi yang jelas dalam proses pembuatannya: di “uluk” yang berarti diulek dan di “kutek” yang berarti diaduk.

Bahan dasar ulekutek ada buah sayur yang dikenal oleh “urang “Sunda” dengan nama leunca. Sebuatan lain untuk leunca ini ranti. Nama Latinnya Solanum Nigrum. Meski tidak sepopuler tanaman terong-terongan lainnya yang menjadi sayur di meja makan, leunca memang lekat dengan lidah ‘urang Sunda”.

Bisa dimakan mentah sebagai  lalapan. Tentang lalap leunca ini saya teringat seorang keponakan yang sangat gemar makan leunca. Dengan nikmatnya ia melahap buah itu sehingga terdengar suara gemeletuk keluar dari mulutnya.

Olahan buah leunca disebut ulekutek. Campurannya bisa ditambah  oncom. Bumbu yang digunakan ada bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, ditambah daun bawang dan daun kemangi. Lalu ditumis hingga matang.

Rasanyay gurih, pedas, dan sedikit pahit atau getir .  Padanan ketika disajikan menemani nasi panas dan lengkap dengan sambal. Makanan ini memang populer di masyarakat Parahyangan.

Kandungan zat gizinya ada sedikit protein, karbohidrat, vitamin A dan C, antioksidan, kalsium, fosfor, dan zat besi dan tentu saja serat.

Buah leunca berbetuk bulat kecil. Warnanya hijau sampai keunguan dan bertekstur lembut. Konon asalnya dari Amerika Selatan dan menyebar ke berbagai negara di Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk di Indonesia.

Para petani banyak di berbagai daerah di Indonesia membudidayakannya di kebun atau pun di pekarangan rumah. Tanaman Leunca ini membutuhkan penyiraman yang cukup dan tidak terlalu suka kondisi tanah yang kering.
(Abraham Raubun. B Sc, S Ikom)

Tinggalkan Balasan