
Marahlah Bapak
Jangan ditahan tahan
Anda di bayar untuk itu
Anak buah bandel harus di marahi
Kalau ngak nurut ya di ganti.
Kata orang kalau ngak bisa dibina
(dibinasakan?)
Ya di bina lagi
Sampai tiga kali
Marahlah Bapak
Kami bukan ngajari Bapak
Tetapi memang harus bersikap begitu
Kalau ingin menjadi Pemimpin (Kades) sukses.
Harus tegas
Bukan keras
Agar berwibawa
Dan disegani
Marahlah Bapak
Pada tempatnya
Tepat waktunya
Jelas sasaran
bukan karena benci
bukan karena emosi
Memang harus begitu
Marahlah Bapak
Jangan ditahan-tahan
Anak buah harus ditegur
Agar mereka tidak merasa benar
Sehingga terjadi pembiaran
Amarah berbeda dengan gempa
terkumpul energi bersebab ditahan
dan tiba tiba
mengoyangkan alam
meledak menghacurkan semua
memporak porandakan lingkungan
dan diri nya sendiri
Jakarta, 9 Januari 2020
Salamsalaman
TD
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Puisi | Marahlah Bapak, Jangan Ditahan-tahan”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/thamrindahlan/5e165dd3097f362c871a06d2/puisi-marahlah-bapak-jangan-ditahan-tahan
Kreator: Thamrin Dahlan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com





