Pentas Seni SMP Labschool Jakarta yang Memukau dan Menarik Hati Penonton di Hari Sabtu yang Merindu dan Syahdu

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd

Edukasi, Humaniora122 Dilihat

Pentas Seni SMP Labschool Jakarta yang Memukau dan Menarik Hati Penonton di Hari Sabtu yang Merindu dan Syahdu untuk Mendapatkan Bintang Keemasan

Sabtu pagi itu terasa berbeda di SMP Labschool Jakarta. Udara Jakarta yang biasanya riuh oleh suara kendaraan, mendadak terasa lebih teduh dan sarat harapan. Para orang tua, guru, alumni, dan siswa mulai memadati area sekolah sejak pukul 07.00 WIB. Wajah mereka dipenuhi semangat, seolah hari itu adalah hari yang mereka nantikan sepanjang semester—hari di mana panggung kreasi dibuka selebar-lebarnya untuk para bintang muda Labschool.

Pentas Seni (Pensi) tahun ini mengusung tema “Bintang Keemasan: Bersinar dengan Karya, Berkilau dengan Budi Pekerti.” Tema itu disambut hangat oleh seluruh sivitas sekolah, apalagi setelah berbagai kegiatan pembelajaran selama ini sukses membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, dan berani berkarya. Sabtu itu benar-benar menjadi momentum bagi siswa untuk menunjukkan hasil latihan berbulan-bulan.

Dibuka Secara Resmi oleh Bapak Dr. Uswadin, M.Pd

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Uswadin, M.Pd, yang hadir mewakili Kepala BPS Labschool, Prof. Dr. Totok Bintoro, karena beliau sedang menjalankan tugas penting dari Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin. Dalam sambutannya, Dr. Uswadin menegaskan bahwa pentas seni bukanlah ajang hiburan semata. Ia adalah wadah pendidikan karakter yang sesungguhnya.

“Di panggung seperti inilah anak-anak belajar tentang kerja keras, keberanian, tanggung jawab, dan kreativitas. Saya bangga kepada SMP Labschool Jakarta yang konsisten menghadirkan kegiatan yang mendidik sekaligus menginspirasi,” ujar Dr. Uswadin dalam sambutannya.

Tepuk tangan meriah pun mengisi udara, mengawali rangkaian pertunjukan yang sudah menunggu untuk diletupkan satu per satu.

Sambutan Hangat dari Ketua POMG

Perwakilan orang tua pun turut memberikan sambutan. Ketua POMG menyampaikan apresiasi bahwa pentas seni bukan hanya membuat siswa tampil percaya diri, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara sekolah dan keluarga.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi napas segar di tengah tuntutan akademik.

“Kami para orang tua sangat bahagia melihat anak-anak berkembang tidak hanya di kelas, tetapi juga di panggung seni seperti ini. Labschool selalu berhasil membuat kegiatan yang memanusiakan siswa,” ujarnya.

Ibu Kepala Sekolah SMP Labschool Jakarta Ikut Memberikan Semangat

Ibu Kepala Sekolah SMP Labschool Jakarta juga menyampaikan sambutannya dengan penuh rasa bangga. Beliau menekankan bahwa pentas seni tidak lahir begitu saja, melainkan hasil kerja kolektif yang tidak terlihat: kerja panitia, guru pembimbing, dan upaya keras para siswa yang berlatih hampir setiap hari.

“Setiap gerakan tari, setiap bait lagu, setiap petikan alat musik hari ini adalah doa dan usaha. Ibu sangat bangga kepada kalian semua. Bersinar lah dengan caramu, karena setiap anak di Labschool adalah bintang keemasan,” ujar beliau yang disambut sorak sorai para peserta.

Kerja Keras Panitia dan Dedikasi Ibu Dyah Wisnuningrum

Di balik kemeriahan acara, ada sosok yang bekerja tanpa lelah, yakni ketua panitia, Ibu Dyah Wisnuningrum. Beliau berhasil menyatukan seluruh potensi siswa dalam satu persembahan megah yang tertib, kreatif, dan penuh warna.

Ibu Dyah menuturkan bahwa proses persiapan tidak mudah. Mulai dari mengatur jadwal latihan, mengkoordinasi para pembina, hingga memastikan tata panggung, multimedia, dan perlengkapan berjalan tanpa hambatan. Namun rasa lelah terbayar lunas ketika melihat kegembiraan anak-anak dan tepuk tangan penonton.

“Saya selalu percaya bahwa setiap anak punya bakat, hanya perlu diberi panggung. Dan hari ini, panggung itu terbuka seluas-luasnya,” ujarnya sambil tersenyum haru.

Penampilan Siswa yang Menyihir Penonton

Setelah sambutan, tirai imajinasi pun dibuka. Penampilan pertama dibuka oleh tim paduan suara SMP Labschool Jakarta. Paduan suara ini membawakan lagu nasional dan kontemporer dengan harmoni yang rapi dan suara yang menyentuh hati. Tepuk tangan panjang mengiringi akhir penampilan mereka.

Disusul tari tradisional Betawi dan tari Saman, yang dipersembahkan oleh siswa kelas 7 dan 8. Gerakan mereka kompak, penuh energi, menunjukkan bahwa budaya tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihayati oleh para siswa.

Selanjutnya, giliran band siswa yang tampil membawakan lagu-lagu modern. Suara vokalisnya yang lembut tapi bertenaga memikat para penonton. Beberapa siswa terlihat ikut bernyanyi dari bawah panggung, menciptakan suasana layaknya konser mini yang penuh sorak sorai.

Tidak ketinggalan, ada juga penampilan drama musikal yang menjadi favorit banyak penonton. Drama ini berkisah tentang persahabatan dan perjuangan meraih mimpi di sekolah. Pesan moralnya kuat: kerja keras dan karakter baik akan membawa seseorang meraih “bintang keemasan” dalam hidupnya.

Antusiasme Penonton: Orang Tua, Guru, dan Alumni Bersatu dalam Keceriaan

Yang membuat pentas seni kali ini terasa istimewa adalah besarnya dukungan orang tua dan alumni. Banyak alumni yang datang, merindukan suasana sekolah dan ingin menyaksikan adik-adik kelas mereka tampil. Mereka mengatakan bahwa pentas seni adalah salah satu kenangan terindah selama bersekolah di Labschool.

Para orang tua pun tak kalah antusias. Beberapa terlihat membawa kamera profesional, merekam setiap momen. Ada yang terharu menyeka air mata ketika anaknya tampil, ada pula yang bersorak menyemangati dari kejauhan.

Suasana terasa sangat hangat, seakan seluruh warga Labschool larut dalam kebahagiaan yang sama.

Menutup Hari dengan Rasa Bangga dan Syukur

Menjelang sore, acara ditutup dengan penampilan kolaborasi seluruh pengisi acara. Semua siswa naik ke panggung menyanyikan lagu penutup yang berisi pesan persahabatan dan rasa syukur.

Pentas seni ini bukan hanya ajang unjuk bakat. Ia adalah ruang tumbuh, tempat siswa belajar arti proses, kerja tim, keberanian tampil, dan menghargai budaya. Banyak penonton sepakat bahwa pentas seni tahun ini adalah salah satu yang paling memukau sepanjang penyelenggaraannya.

SMP Labschool Jakarta kembali menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekolah unggulan dalam akademik, tetapi juga dalam pembinaan karakter dan kreativitas.

Hari Sabtu itu benar-benar menjadi hari yang merindu dan syahdu. Hari ketika Bintang Keemasan bersinar dari tangan dan hati anak-anak Labschool.

Tinggalkan Balasan