JERIT TANGIS MENYAYAT HATI ANAK NEGERI DI BUMI PERTIWI

Terbaru41 Dilihat

Bumi tergoncang, alam kelam bercampur jeritan insan dilanda petaka kejam. Banjir bandang datang menerjang menyapu segala apa yang ada dipermukaan. Tanah Sibolga di Tapanuli Tengah menganga terbelah dilanda gumpalan tanah longsor yang menggelontor bercampur batang pohon gelondongan menggelosor.

Tanggal 24-25 November 2025, jadi tanggal kelam. Infrastruktur rusak parah. Jalur logistik tak lagi tehubung. Krisis pangan datang merundung. Kondisi darurat ini memicu aksi penjarahan kebutuhan pokok di sejumlah minimarket dan gudang Bulog karena warga putus asa akibat langkanya makanan. Korban jiwapun berjatuhan tak terelakan.

Bencana memang bisa kapan saja terjadi melanda kehidupan di mana saja. Tetapi ada kerisauan mengusik benak ini. Menuntut suatu kejelasan untuk menguak kebenaran.

Bagaimana bisa kayu gelondongan datang menerjang. Adakah air kini bergigi tajam bagai gergaji mengerat batang dengan rapi? berapa lama sudah gelondongan batang-batang kayu tersembunyi di atas sana dengan sunyi?

Mulut-mulut kecil merintih dan menjerit menanti uluran tangan mencurahkan bantuan. Hanya kuasa sang Pencipta yang mampu menggerakkan hati nurani mereka yang sudi melangkahkan kaki, meringankan tangan mengangkat derita tanpa harus menunggu perintah.

Petaka Sibolga kiranya jadi penggugah rasa anak bangsa tidak saja hanya saat terjadinya musibah di bumi Nusantara.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan