Islam, Support System Generasi Terbaik
Islam memandang penting terhadap teknologi termasuk digitalisasi. Bahkan kemajuan teknologi merupakan sebuah keharusan. Namun, teknologi tetap dengan posisinya sebagai sarana untuk mempermudah kehidupan bukan tujuan.
Secanggih apapun teknologi, harus perpegang pada fungsi dan pemanfaatnanya yang strategis, yaitu sebagai sarana pengurus dan penjaga bagi semua rakyatnya. Bukan malah diarahkan agar rakyat sebagai pengguna pasar teknologi laksana tumbal bagi kepentingan korporasi digital.
Negara dalam Islam (Khilafah) berperan aktif dalam pengembangan teknologi tercanggih. Hal itu dalam rangka pelaksanaan sebagai negara pengatur ra’in) sekaligus penjaga ( junnah) bagi umat.
Dua fungsi inilah yang menunjukkan bahwa Khilafah hadir dalam pengaturan teknologi demi menyelamatkan generasi. Semua itu bakal mewujud melalui penerapan syariat Islam oleh negara, bukan hanya sebatas agama bagi individu. Penerapan syariat islam itu bersifat sistemik dan menyeluruh di semua segi kehidupan.
Memang, syariat Islam dihadirkan sebagai solusi bagi seluruh problem kehidupan. Penerapanya akan mampu menjaga fitrah kebaikan yang ada pada manusia dari zaman ke zaman. Akal, naluri, jiwa, harta, kehormatan, semua akan terjaga oleh aturan-aturan Islam.
Begitu pun semua nilai perbuatan yang diinginkan manusia akan terealisir. Mulai dari moral, materi, ruhiah, dan kemanusiaan, semuanya akan terwujud hingga pelaku perbuatan itu tenang dan mqsyarakan tenteram. Kondisi itu terjadi secara selaras dengan penerapan seluruh aturan-aturan Islam.
Menilik sejarah peradaban Islam, tampak bahwa penerapan Islam secara menyeluruh dalam negara Khilafah menghadirkan generasi terbaik. Generasi yang berhasil membawa umat pada kebangkitannya.
Generasi Islam ini kukuh dalam iman dan ketakwaan dan ahli dalam menyelesaikan berbagai problem kehidupan. Sejarah mencatat sepanjang belasan abad, umat Islam mampu tampil sebagai pemimpin peradaban.
Negara khilafah memiliki strategi dalam menjaga kemudharatan yang dapat menimpa generasi. Strategi itu inhern dg kebaradaan negara sebagai penerap aturan Allah di dunia.
Pertama adanya benteng ketakwaan individu. Takwa yang diperoleh melalui ajaran tentang akidah dan akhlak. Juga merupakan dampak penerapan sistem pendidikan berbasis akidah, serta pengajaran dan dakwah Islam.
Kedua, berupa lembaga keluarga yang kokoh, baik struktur dan fungsinya. Serta masyarakat yang memberi lingkungan kondusif dengan tradisi amar makruf nahi mungkar. Keluarga dan masyarakat menjadi solid karena dukungan penerapan syariat di berbagai segi. Penerapan sistem ekonomi yang adil dan membuat sejahtera, sistem keuangan negara berbasis baitulmal yang kuat, sistem sosial yang agung dan menjaga masyarakat dari keburukan. Juga sistem hukum yang mengeliminasi tindak kriminal.
Ketiga adalah keberadaan negara yang menjadi support system yang utuh dan menyeluruh untuk faktor pertama dan kedua. Caranya dengan menerapkan seluruh syariat Islam secara praktis , termasuk di ruang digital.
Khilafah meniscayakan penggunaan ruang digital sebagai sarana pendidikan dan penguat dakwah, sekaligus alat propaganda untuk menunjukkan kekuatan negara di hadapan negara-negara luar.
Negara khilafah bersifat independen dan kekuatan dalam berbagai aspek, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang. Hal itu sejalan dengan realitas Khilafah sebagai negara dengan visi global. Negara sebagai pengemban risalah Islam yang wajib menyebarkan dakwah ke seluruh alam yang mengharuskan Khilafah selalu terdepan.
Perlu Perjuangan dan Pengorbanan
perjuangan menegakkan Khilafah sebagai penegak dan penerap syariat bukan sekedar kewajiban, melainkan demi menyelamatkan generasi yang hari ini dirusak oleh sistem sekuler kapitalisme global. Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh dan jalan yang harus ditelusuri untuk mewujudkannya. Jalan itu adalah fokus pada penyadaran umat dengan Islam sebagai ideologi.
Perjuangan ini dilakukan melalui pembinaan intensif secara berjamaah, disertai proses peleburan di tengah umat. Perjuangan yang seluruh aktivitasnya mengarah pada terbentuknya basis dukungan massa. Adanya dukungan massa merupakan prasyarat bagi tegaknya negara yang kuat dan berdaulat.
Bukanlah perkara mudah untuk merealisasikan dan menjaga perjuangan itu. Negara-negara adidaya bersama para anteknya sebagaimana yang dahulu juga dihadapi oleh kelompok dakwah Rasulullah ﷺ dan para pengikutnya. Hal itu merupakan.
Para pejuang Islam hari ini harus teguh dan sabar menapaki jalannya bersama jemaah dakwah yang terbukti lurus dan konsisten, serta tidak boleh menyelisihi jalan yang baginda Rasulullah ﷺ tempuh, hingga kemenangan terwujud atau kita gugur di jalan perjuangan.
T a m a t





