Pagi Ini Omjay Tidak Ikut Latihan Ling Tien Kung, tetapi Tetap Belajar Menjaga Kesehatan
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. – Omjay Guru Blogger Indonesia
Pagi ini, Rabu, 7 Oktober 2026, sebuah pesan dari Uni Ling Tien Kung kembali hadir di grup WhatsApp keluarga besar Sasana Antilope Maju. Pesannya mengingatkan para anggota untuk kembali mengikuti latihan bersama yang dimulai pukul 07.00 WIB dan diharapkan hadir pukul 06.45 WIB. Bagi sebagian orang, mungkin pesan seperti ini hanyalah pengingat jadwal latihan biasa. Namun bagi saya, pesan tersebut memiliki makna yang lebih dalam. Ia mengingatkan saya bahwa kesehatan harus terus diperjuangkan dan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang otomatis akan selalu kita miliki. Sayangnya, pagi ini saya tidak dapat ikut latihan bersama teman-teman di Sasana Antilope Maju karena saya harus menjalankan tugas utama sebagai guru, yaitu mengajar siswa di sekolah. Ada rasa ingin hadir dan berlatih bersama, tetapi kewajiban mengajar sudah menanti. Saya harus memilih untuk tetap berada di sekolah dan mendampingi anak-anak belajar.
Saya percaya, menjadi guru berarti memiliki tanggung jawab yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Ketika siswa sudah menunggu di kelas, guru harus hadir dengan sebaik-baiknya. Karena itu, meskipun pagi ini saya tidak bisa datang ke tempat latihan, semangat untuk menjaga kesehatan tetap saya bawa dalam aktivitas sehari-hari. Saya belajar bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama dan pada waktu yang sama. Ada hari ketika kita bisa berlatih bersama. Ada hari ketika pekerjaan membuat kita tidak bisa hadir. Yang terpenting adalah jangan berhenti berusaha menjaga tubuh dan jangan menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk mengabaikan kesehatan.
Pesan Uni pagi ini juga mengingatkan bahwa latihan Ling Tien Kung bukan hanya tentang gerakan tubuh. Di dalamnya ada kebersamaan, silaturahmi, disiplin, dan semangat untuk saling mengingatkan. Saya melihat teman-teman di Sasana Antilope Maju bukan hanya sebagai rekan latihan, tetapi juga sebagai keluarga yang saling memberikan semangat. Ketika seseorang mengingatkan jadwal latihan, mengajak hadir lebih pagi, atau menyampaikan informasi kegiatan, sesungguhnya ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: jangan lupa menjaga diri sendiri. Kita sering sibuk mengurus pekerjaan, keluarga, sekolah, organisasi, dan berbagai persoalan kehidupan sampai lupa bahwa tubuh kita juga membutuhkan perhatian.
Dalam perjalanan kehidupan, saya semakin memahami bahwa sehat bukan sekadar tidak merasakan sakit. Sehat adalah kemampuan untuk tetap menjalani aktivitas dengan penuh kesadaran dan rasa syukur. Sehat adalah ketika pagi hari kita masih mampu bangun, bergerak, bekerja, mengajar, bertemu orang lain, tersenyum, dan melakukan hal-hal yang kita cintai. Karena itu, saya tidak ingin menunggu sakit terlebih dahulu untuk mulai menjaga kesehatan. Saya ingin belajar menjaga tubuh sejak sekarang, meskipun dilakukan sedikit demi sedikit. Jalan kaki, bergerak, berolahraga sesuai kemampuan, menjaga makanan, cukup minum, beristirahat, dan menjaga pikiran agar tetap positif adalah bagian dari ikhtiar yang harus terus dilakukan.
Saya juga teringat satu hal penting yang sering saya sampaikan kepada para peserta belajar menulis. Menulis itu juga membutuhkan kesehatan. Bagaimana mungkin kita bisa menulis dengan hati jika tubuh kita tidak dijaga? Bagaimana mungkin kita bisa terus menghasilkan buku jika kita tidak memiliki tenaga untuk menjalani prosesnya? Guru yang ingin menulis buku, guru yang ingin berbagi pengalaman, guru yang ingin menginspirasi murid dan masyarakat melalui tulisan, harus belajar menjaga dirinya sendiri. Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar target tulisan, mengejar pekerjaan, mengejar kegiatan, tetapi lupa bahwa tubuh adalah kendaraan utama yang membawa kita menjalani semua itu.
Pagi ini saya memang tidak ikut latihan Ling Tien Kung karena harus mengajar. Namun saya tetap mendapatkan pelajaran penting dari pesan yang dikirimkan Uni. Saya belajar bahwa hidup adalah tentang menyeimbangkan berbagai kewajiban. Ada waktunya mengajar, ada waktunya berolahraga, ada waktunya menulis, ada waktunya berkumpul bersama keluarga, dan ada waktunya beristirahat. Jangan merasa bersalah ketika tidak bisa melakukan semuanya sekaligus. Yang penting adalah kita tetap memiliki kesadaran untuk menjaga keseimbangan hidup.
Selain informasi latihan, Uni juga menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran dan pembayaran bagi anggota yang ingin mengikuti HUT Ling Tien Kung Indonesia ke-21. Masih tersedia enam kursi bus bagi yang ingin ikut. Bagi anggota yang sudah melakukan pembayaran, tiket dan voucher e-money akan dibagikan di tempat latihan di halaman Masjid Darul Hikam melalui Ibu Endah. Ada pula informasi mengenai pemesanan baju seragam yang dapat dilakukan melalui Ibu Yeyen. Informasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Ling Tien Kung bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara para anggotanya.
Saya mungkin tidak selalu bisa hadir dalam setiap latihan. Pekerjaan sebagai guru membuat waktu saya harus dibagi dengan banyak kegiatan. Tetapi saya bersyukur pernah dan masih bisa belajar dari semangat teman-teman yang terus bergerak menjaga kesehatan. Dari mereka saya belajar bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Kesibukan bukan alasan untuk berhenti menjaga tubuh. Dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha.
Ada satu kalimat yang ingin saya titipkan kepada diri sendiri dan kepada siapa pun yang membaca tulisan ini: jangan tunggu tubuh memberi peringatan keras baru kita mulai peduli. Ketika tubuh masih mampu bergerak, bergeraklah. Ketika kaki masih mampu berjalan, berjalanlah. Ketika tangan masih mampu menulis, menulislah. Ketika mulut masih mampu berbicara, ucapkanlah kata-kata yang baik. Ketika hati masih diberi kesempatan untuk mencintai dan bersyukur, jangan sia-siakan kesempatan itu.
Saya tidak ikut latihan pagi ini karena harus mengajar. Tetapi semangat untuk hidup sehat tidak boleh berhenti hanya karena saya tidak hadir di sasana. Setelah mengajar nanti, saya tetap akan berusaha mengatur waktu untuk bergerak dan menjaga kebugaran sesuai kemampuan. Sebab saya ingin terus berkarya, terus menulis, terus mengajar, terus berbagi, dan terus menginspirasi selama Allah masih memberikan kesempatan.
Saya teringat pesan sederhana yang sering saya pegang dalam menjalani kehidupan: menulislah selagi masih bisa menulis, mengajarlah selagi masih dipercaya menjadi guru, dan jagalah kesehatan selagi tubuh masih memberikan kesempatan. Sebab kita tidak pernah tahu berapa panjang waktu yang diberikan kepada kita.
Hari ini mungkin kita merasa kuat. Besok belum tentu sama. Hari ini kita masih bisa berjalan dengan mudah. Suatu hari mungkin kita membutuhkan bantuan. Karena itu, jangan menunda kebaikan, jangan menunda menjaga kesehatan, dan jangan menunda melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Terima kasih kepada Uni Ling Tien Kung dan seluruh keluarga besar Sasana Antilope Maju yang pagi ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Walaupun Omjay tidak bisa hadir karena harus mengajar, hati dan semangat saya tetap bersama teman-teman semua.
Semoga seluruh keluarga besar Ling Tien Kung Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebahagiaan, dan umur yang penuh kebermanfaatan. Semoga HUT Ling Tien Kung Indonesia ke-21 menjadi momentum untuk semakin mempererat persaudaraan dan mengajak semakin banyak orang untuk mencintai kesehatan.
Sehat bukan sekadar keinginan. Sehat adalah ikhtiar yang harus dilakukan setiap hari.
Dan pagi ini saya kembali belajar bahwa terkadang cara kita menjaga kesehatan berbeda-beda. Ada yang menjaga kesehatan dengan berlatih bersama. Ada yang berjalan kaki. Ada yang menjaga pola makan. Ada yang beristirahat dengan cukup. Dan bagi saya pagi ini, menjaga keseimbangan hidup berarti menjalankan tugas sebagai guru dengan penuh tanggung jawab.
Saya tidak ikut latihan pagi ini.
Saya memilih mengajar.
Tetapi saya tetap memilih untuk sehat.
Karena saya masih punya banyak cerita yang ingin ditulis, banyak ilmu yang ingin dibagikan, banyak siswa yang ingin dibimbing, dan banyak orang yang ingin saya ajak untuk terus belajar dan menginspirasi.
Tetap sehat, tetap semangat, tetap bergerak, dan jangan lupa bersyukur.
Salam sehat dari Omjay, Guru Blogger Indonesia.
Jakarta, 7 Oktober 2026





