Peluncuran Buku Anak Desa Menyuapi Dunia
- Pergi ke pasar membeli bua selasih,
Singgah sebentar di rumah paman
Karya ditulis dengan rasa penuh kasih,
Menjadi kenangan sepanjang zaman.
Kebahagiaan paripurna terpancar dari wajah Datuk Diraja Dimyani, akrab disapa Mas Kaji Dim, ketika menandatangani buku Autobiografinya Anak Desa Menyuapi Dunia. Senin, 12 Oktober 2026, menjadi hari penuh kenangan di Ballroom Hotel Lojikka Tulungagung, bertepatan dengan perayaan spektakuler ulang tahun ke-22 Perusahaan Lestari Sadean Internasional. Ir. Mas’ud Dohim, Thamrin Dahlan, Enida, Busri, dan Soegiri dari Jakarta bersama ratusan undangan hadir sebagai saksi sejarah. Dalam suasana penuh silaturahmi itu, sebuah perjalanan hidup berubah menjadi catatan peradaban.
Bejalan tegap tegas dan cepat berbusana Adat Melayu Kaji Dim menuju panggung. Diringgi lantunan lagu derap bersemangat. Lampu ruangan dimatikan sementara. Gegap gempinta semua hadirin sembari beridiri menatap kagum palakon acara nan disinari sorot lampu bercahaya. Tepuk tangan membahana ketika menyaksikan sosok Tokoh Tulung Agung berdiri gagah menyapa seluruh undangan.

Inilah format bedah buku yang lebih dikenal sebagai Peluncuran Buku autoibiografi. Tidak ada moderator, pembahas, penulis yang duduk di panggung serius membedah buku genre Ilmu Pengetahuan. Kali ini Penulis hanya didampingi pembawa acara. Kaji Dim menceritakan perihal Isi Buku. 22 tahun berjuang bukan soal lama dan tidak namum seluruh kisah nyata itu nyaris tercantum abadi didalam setiap lembaran kertas setebal 180 halaman.
Seluruh undangan menerima hadiah Buku Auto Biografi Datuk Diraja Dimyani. Penulis tak hendak mengulang ulasan isi buku bersebab telah diposting dalam bentuk Resensi Buku Anak Desa Menyuapi Dunia di website Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) terbitin.id.
Diantara beberapa undangan paling tida ada 4 kelompok hadirin istimewa diundang Datuk Diraja Dimyani ke atas panggung. Pertama Ibu Notaris yang mengsyah legalkan nama Perusahaan Lestari Saedan Internasional 22 tahun lalu. Menurut penulis betapa beraninya Wachidal Mustofa Dimyani memberi nama perusahaan dengan kosa kata Lestari dan Internasional. Inilah sebuah mimpi ditahun 2004. Berkat keberanian ternyata nama perusahaan itu memberi motivasi berkerja dan berdoa sehingga mimpi terwujud. Ibu Notaris tampa geleng geleng kepala salut dan ada rasa bangga luar biasa bersebab Akta Notaris barokah.
Ibunda dan Istri tampil dipanggung. Diberi kehormatan membuka sebuah layar lebar yang ternyata Cover Buku Anak Desa Menyuapi Dunia. Keberhasilan anak kandung tidak akan lepas dari Redha Allah SWT bersumber doa ibunda tersyanag dan istri tercinta. Hadirin terharu menyaksikan moment keluarga besar Tulung Agung ada seorang Putra Desa nan memberikan contoh betapa kekuatan dukungan keluarga landasan awal kesuksesan.
Para Guru dan Teman sekolah mulaiSD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi tampil dipanggung. Testimoni teman sesama menempuh pendidikan kompak bersaksi bahwa Kaji Dim memang anak cerdas dan baik hati. Terbuka rahasia dari teman temann bahwa mereka selalu berlomba menjadi rangking 1 sampai tiga. Semua pernyataan teman sekolah di iyakan oleh IBu dan Pak Guru pun Dosen.
Penghormatan Kaji Dim kepda para pengusaha senior diundang berkisah di panggung acara. Diceritakan Datuk Diraja Dimyani sangat menghormati dan benyak belajar bagaimana cara berniaga berdasarkan amanah Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Ekonomi Syariah Jujur dan , Benar.
Selamat dan sukses, Mas Kaji Dim. Prestasi luar biasa telah ditorehkan melalui perjuangan Lestari Sadean Internasional hingga berhasil menembus perniagaan ekspor ke Malaysia. Dari desa menyapa dunia, dari ketekunan lahirlah keberhasilan. Dalam budaya Melayu, orang tua berpesan, “Alam terkembang menjadi guru.” Setiap pengalaman adalah pelajaran, setiap keberhasilan adalah amanah, dan setiap langkah hendaknya membawa manfaat bagi sesama. Itulah indahnya perjalanan hidup yang ditempuh dengan sabar, santun, dan penuh keikhlasan.
Lengkaplah makna kehidupan ketika dunia usaha, pendidikan, dan profesi penulis berpadu menjadi satu. Usaha membuka jalan kemajuan, pendidikan menumbuhkan manusia, sedangkan buku mengabadikan pengalaman agar tidak hilang ditelan zaman. Anak Desa Menyuapi Dunia bukan sekadar autobiografi, melainkan warisan pemikiran dan rekam jejak perjuangan. Sebab manusia boleh pergi, tetapi karya yang bermanfaat dapat terus berbicara kepada generasi sesudahnya. Biarlah tulisan membela dirinya sendiri; biarlah buku mengikuti takdirnya.
- Bunga melati harum mewangi,
Tumbuh subur di laman berseri;
Hidup berarti memberi arti,
Nama dikenang karena berbudi.
Kisah perkenalan Penulis dengan Datuk Diraja Dimyani melalui literasi. Kami sesama pembaca tulisan Bapak Dahlan Iskan, Telah beberapa kali bertemu dalam acara gathering Disway.id. Kaji Dim akan melanjutlkan meneribitkan 2 bukum lagi sehingg lengkaplah Trilogi berbagi ilmu untuk para penusaha.
Buku ke- 2 berjudul
Pada akhirnya, kemuliaan hidup bukan semata-mata tentang seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa banyak manfaat yang telah dipersembahkan. Semoga ilmu, usaha, pendidikan, persahabatan, dan karya Mas Kaji Dim menjadi jejak kebaikan bagi kemaslahatan umat. Lebih utama lagi apabila seluruh pengabdian dilakukan dengan keikhlasan sempurna, semata-mata mengharap rida Allah SWT. Selamat ulang tahun ke-22 Lestari Sadean Internasional. Selamat atas lahirnya Anak Desa Menyuapi Dunia. Semoga semakin berjaya, semakin bermanfaat, dan menjadi bagian dari keabadian peradaban dunia.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin
- Semangat Literasi
- BHP, 19 Oktober 2026
- Thamrin Dahlan





