JEREBU: .

Ketika Udara Keruh dan Pikiran Kehilangan Kejernihan

Terbaru3 Dilihat

JEREBU: Ketika Udara Keruh dan Pikiran Kehilangan Kejernihan.

Oh Tuhan kasihanilah kami….
Jangan biar bumi terus begini
Berikan hujan membasahi bumi
Agar udara bersih dan kembali

Jerebu..jerebu..di seluruh Borneo ..Langit kelabu hatipun sayu
Turunkan hujan Wahai Yang Esa
Turunkan hujan Bersihkan langit
Segarkan udara

Tersentuh juga hati menyimak unggahan video pendek lagu berjudul JEREBU. Lirik lagu yang diselimuti kabut sendu. Di beberapa tempat kondisi udara memang dipenuhi asap, debu, dan partikel polutan halus. Melayang-layang di atmosfer, membuat langit tampak kabur keruh. Jarak pandang berkurang. Dalam bahasa Melayu disebut Jerebu. Kata akrab di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Jerebu dalam bahasa Inggrisnya Haze, tidak hanya menggambarkan keadaan udara, tetapi juga berkaitan dengan persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kualitas kehidupan manusia.

Ketika kawasan Asia Tenggara mengalami pencemaran udara lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan maka Jerebu semakin dikenal masyarakat. Dampaknya merugikan banyak hal. Partikel halus, terutama PM2.5, dapat menyusup jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan. Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Batuk dan sesak napas. Penderita asma dan paru bisa semakin memburuk. Risiko gangguan kardiovaskular meningkat akibat paparan polusi.

Jerebu pun patut direnungkan karena jadi metafora kehidupan. Dalam kehidupan sosial, organisasi, bahkan pemerintahan, terkadang kita juga mengalami jerebu pemikiran.

Simpang siurnya manipulasi, informasi, hoaks, prasangka, pemaksaan kehendak, Emosi yang mengalahkan rasionalitas.Terlalu banyak informasi tetapi kurang kemampuan memilahnya. Walhasil seseorang kehilangan kejernihan dalam melihat persoalan dan mengambil keputusan.

Dalam kehidupan modern. masa kini, kemampuan menjaga kejernihan berpikir (clarity of thought) menjadi semakin penting. Kemampuan membedakan fakta dari opini, informasi dari disinformasi, serta kepentingan pribadi dari kepentingan bersama.

Ada ungkapan menarik: “Tidak semua yang terlihat samar berarti tidak ada. Terkadang yang kita perlukan bukan mengganti arah pandangan, melainkan membersihkan jerebu yang menghalangi pandangan.”

Kata jerebu memang bermakna sederhana dalam bahasa, tetapi dapat membawa kita pada pemahaman yang lebih luas. Pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan kejernihan berpikir.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan