BIARLAH MENJADI KENANGAN YANG ABADI SELAMANYA

Terbaru729 Dilihat

BIARLAH MENJADI KENANGAN YANG ABADI SELAMANYA

Oleh :

Rozi Pebrianto, S.Kom

NPA :  03100500006

Guru SMA Negeri 2 Sijunjung – Sumatera Barat

Ciee… ciee… apaan sih judulnya, kenapa rada – rada romantis gitu?

Eh, tau selfie gak?. Siapa yang hobi selfie?. Siapa yang tidak suka selfie?

Selfie atau yang juga dikenal dengan sebutan swafoto barangkali sudah jadi kebiasaan atau hobi kita. Melihat seseorang melakukan selfie di tempat umum, sudah bukan sesuatu yang aneh lagi. Kita sering menyaksikan seseorang sibuk berswafoto ditengah keramaian tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Tapi tahu juga nggak sih selfie itu penyakit genetis?, sebuah syndrom yang diturunkan secara turun temurun dari manusia zaman prasejarah hingga sekarang. Makanya yang suka selfie itu bukan anak “zaman now” tapi makhluk pra sejarah. Serius? nggak saya cuma bercanda hehehe…

Namun ada benarnya juga kalau selfie adalah kebiasaan yang tidak hanya dilakukan manusia modern tetapi juga manusia hobi bagi manusia masa lalu. Jadi bisa disebut selfie merupakan kebudayaan tertua di dunia. Yang berbeda hanyalah media penyimpanannya saja.

Hei, ngomong – ngomong soal media penyimpanan jika ada yang bertanya apa media penyimpanan tertua, kamu akan jawab apa? sebagian orang mungkin akan menjawab tulang, daun, kulit hewan atau batu prasasti.

Sekarang kita balik, jika ada yang bertanya apa penyimpanan paling mutakhir saat ini? pasti jawabannya akan beragam. Barangkali ada yang menjawab SSD hingga flashdisk.

Sebenarnya apa persamaan antara manusia prasejarah lakukan dengan yang kita lakukan sekarang.

Manusia senang membuat gambar atau cerita tentang hal – hal yang mereka lakukan. Disini dapat kita tarik kesimpulan bahwa apa yang dilakukan manusia dari waktu ke waktu sama saja yaitu mengumpulkan data mereka sendiri atau orang lain.

Yang membedakannya hanya media penyimpanannya. Dulu sebelum mengenal kertas manusia menyimpan “data” mereka di dinding gua, setelah manusia berkembang dari segi jumlah dan pengetahuan mereka beranjak menggunakan batu (prasasti), kulit kayu, tulang ataupun kulit hewan sebagai penyimpanan.

Karena ditemukan permasalahan dari media penyimpanan alami tersebut seperti mudah rusak dan hilang mereka pindah menggunakan kertas saat Sai Lun di Tiongkok menemukan kertas. Ini adalah media penyimpanan yang bertahan paling lama bahkan sampai sekarang.

Memasuki era elektronika mulai dari piringan hitam hingga saat komputer pertama dibuat media penyimpanan ikut berkembang.

Dua dekade terakhir pun perkembangan media penyimpanan tidak lagi menggunakan media fisik semua data sudah tersimpan dalam bentuk digital.

Dari semua penggunaan data digital yang paling banyak adalah penggunaan untuk media sosial dimana manusia bertukar foto kegiatan mereka.

So, ketemu ‘kan apa yang jadi hipotesa saya di awal bahwa ada persamaan antara manusia prasejarah dengan manusia modern.  Selfie merupakan Sindrom genetik turun temurun.

Tetap tidak yakin? ya sudahlah ini hanya hipotesis saya saja. Yang penting bisa buat bahan menulis hari ini.

Terimakasih sudah membaca…

Tinggalkan Balasan

2 komentar