- Beras Minang

Catatan Thamrin Dahlan
Sabtu 6 Februari 2021 kemarin menemani istri belanja. Belanja bulanan di kedai Madura. Inilah pekerjaan rutin sambil olahraga pagi.
Rute perjalanan kali ini melintas di kampong bojong. Rute biasa Boulevard Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP) ditutup sementara terkait corona.
Melewati lampong padat sembari menyapa dan sedekah ke Nenek Ipah dan Mbah Madiun.
Tambah tenaga kami mampir sejenak untuk sarapan di kedai Uni Padang. Ketupat sayur si Uni terasa banget minang nya. Jadi langganan dan pilihan utama bersebab ketupat tidak di bungkus plastik.
Lanjutkan perjalanan. Kawasan dukuh kampong sebelah BHP tidak ditutup. Tampak penjual dan pembeli meramaikan akhir pekan. Alhamdulillah saudara kita semua memakai masker.

Tiba di kedai madura. Sambil menunggu istri belanja kebutuhan sehari hari awak tertarik membuat video beras.
Ini hasilnya. Memang di rekam tanpa suara. Maksudnya agar narasi berguna. Sobat bisa menyaksikan segala macam beras. Masing masing ada harga diletakan pada baskom hijau.
Harga beras beragam sesuai tingkat kualitas si beras. Keluarga kami memilih beras minang. Inilah mungkin salah satu bukti cinta kampong halaman.
Tadinya mau membeli bareh solok nan terkenal enak itu sampai didendangkan Uni Elly Kasim.
“Beras minang saja”
kata Istri tercinta yang berulang Tahun 7 Februari.
Salam Literasi
BHP 070221
YPTD








