Alhamdulillah, hari ke – 3 tantangan menulis di blog pribadi aku berkesempatan menulis di siang hari. Ini karena mendapat bonus. Biasanya jam segini saya sedang di jalan mengantar anak les. sejam kemudian menjemput juga. Hari ini, dari bimbelnya, les dilaksanakan melalui zoom meeting. Jadi pas anak lagi les, saya bisa nulis di blog ini. Berharap tulisan ke – tiga ini bisa lebih baik dari yang pertama dan kedua, karena waktunya lebih longgar.
Masa Pandemi Covid – 19 sudah hampir setahun. Di awal -awal, saya termasuk seorang guru yang gugup karena gaptek dalam menghadapi perubahan yang mendadak. Biasanya saya menggunakan IT tidak sebagai media utama dalam pembelajaran. Saya masih senang jualan jamu alias ceramah di depan kelas dan bertatap muka langsung dengan anak – anak saat pembelajaran. Saya menggunakan IT masih sebatas untuk presentasi, ulangan online menggunakan google form, mencari materi dan juga video pembelajaran sebagai penunjang kegiatan pembelajaran di kelas.
Awal masa pandemi, kira – kira bulan Maret 2020 suasana cukup mencekam. Berita tentang Covid – 19 berseliweran tiada henti terutama di sosial media. Berita itu ada yang benar, tapi banyak juga yang hoax. Orang tua siswa banyak yang panik, tidak mengijinkan anaknya ke sekolah. Para guru mulai wajib belajar IT, terutama saat itu menggunakan google classroom. Kebanyakan dilakukan dengan mengirim materi dan pemberian tugas. Di sini banyak orang tua mengeluh karena anak tidak dijelaskan, tetapi diberi banyak tugas. Mulailah guru belajar menggunakan google meet. Ternyata, penggunaan google meet juga menuai banyak protes dari orang tua, yang utama tentang borosnya penggunaan kuota. Para guru bekerja keras, berusaha mencari strategi pembelajaran yang tidak memberatkan tetapi tetap bisa diterima oleh siswa.
Belajar IT setiap hari dilaksanakan di sekolah, guru yang memiliki pengalaman lebih membagikan kepada guru lainnya. Kadang juga mengundang pemateri dari luar. Selain belajar google classroom, penggunaan google meet, mencari materi yang ada di youtube, juga belajar membuat video pembelajaran, mulai dari yang sederhana menggunakan powerpoint, kine master, dan juga aplikasi lain.
Saat itu saya mulai menengok kembali grup IGI yang sudah lama sekali saya tinggalkan. Belajar IT di IGI sebenarnya memberikan pengalaman yang sangat berharga. Pembelajaran dilakukan dengan melihat video tutorial Youtube, peserta diminta menyimak, menekan tombol subscribe dan menyecreen shoot sebagai bukti telah mempelajarinya. Tugasnyapun lumayan berat bagi pemula, karena kita diminta merekam setiap aktivitas pembuatan tugas dan mengupload video tersebut di kanal Youtube. Ini berarti, teman yang bisa mendapatkan sertifikat sagusnov benar – benar talah melalui perjuangan yang panjang. Saya sering ikut berbagai pelatihannya, tetapi baru satu kali yang bisa tuntas. Bagi saya ini bukan berarti saya tidak dapat ilmu IGI, hanya saya tidak bisa menuntaskannya karena biasanya alasan waktu dan banyaknya tugas yang bersamaan.
Selama aktif mengikuti pelatihan dan webinar, banyak tautan webinar dan pelatihan ditawarkan, mulai dari pelatihan Public Speaking, pelatihan media pembelajaran, belajar menulis dan sebagainya. Di sini saya merasa sangat senang, karena membandingkan dengan masa sebelum pandemdi, begitu sulitnya kita meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tambahan pelajaran seperti ini.
Belajar Berbicara bagi Guru, merupakan salah satu pelatihan yang sangat menarik bagi saya. Maka ketika mendapat kesempatan untuk bergabung, maka dengan senang hati saya bergabung di program ini. Subhanalloh, di sini saya bertemu dengan orang – orang hebat yang memiliki motivasi tinggi untuk berbagi kebaikan. Saya merasa bukan siapa – siapa di sini. Memang, kadang kesibukan di sekolah mulai dari membuat perangkat, menyiapkan pembelajaran, menilai, belum membimbing cambridge atau OSN selama masa normal sangatlah menguras waktu dan energi. Untuk keluar ikut diklat, mesti harus mikir panjang, sehingga saat itu bisa jadi saya seperti katak dalam tempurung. Merasa hebat di kandang sendiri.
Inilah hikmah masa Pandemi yang harus saya syukuri, yaitu berkesempatan untuk belajar dan bertemu orang hebat, yang selalu berbagi inspirasi dan motivasi. Meski saya sudah tua, bagi saya tidak ada kata terlambat untuk terus belajar. Semoga semakin hari semakin berkualitas. Aamiin
Guru Jogja yang sedang belajar berbicara dan menulis
Yogyakarta, 3 Februari 2021
Askariyah Dasa Novembriyati, S.Pd.




