Guru (juga) Pengusaha

Profesi guru masih menjadi dambaan para sarjana Indonesia baik itu ASN maupun swasta. Menjadi guru swasta ataupun ASN diyakini membuat hidup menjadi terjamin walau bisa jadi jumlahnya pas-pasan. Fakta dilapangan yang sudah purna untuk pegawai negeri tetap mendapatkan pensiunan.
Jaminan dari pemerintah inilah yang membuat masih banyak sarjana menjadikan profesi guru atau pegawai negeri sebagai satu-satunya impian. Gaji bulanan menjadi andalan, hal ini yang kadang membuat mati kretifitas dan inovasi dari beberapa oknum guru swasta ataupun PNS. Bahkan ada oknum yang menyebabkan bekerja asal-asalan.
Fakta dilapangan ada atau tidak adanya kreativitas atau inovasi, banyak lembaga yang tetap memberikan gaji, untuk oknum ASN. Padahal seandainya mampu membuka sedikit pikiran, peluang untuk hidup sebagai jutawan atau milyader yang dermawan sangat terbuka.
Usaha-usaha sampingan bila ditekuni secara profesional akan menopang bahkan menambah pendapatan. Terbukti sering kali usaha sampingan jauh lebih besar daripada gaji rutinan yang di dapat di akhir atau di awal bulan.
Meski waktu yang didapat sama 24 jam dalam sehari, bila kreatif dan berniat kuat sisa umur berkah manfaat untuk umat, guru baik swasta atau ASN bisa menjalankan usaha.
Purdi E. Chandra dalam bukunya Cara Gila Jadi Pengusaha menularkan virus entrepreneurnya yang populer dengan istilah BODOL, BOOL, BOTOL. Masing-masing merupakan singkatan dari kata-kata Berani Optimis Duit Orang Lain, Berani Optimis Otak Orang Lain, Berani Optimis Tenaga Orang Lain.
Dengan prinsip sinergi itu, setiap yang berprofesi guru baik ASN maupun swasta tetap bisa menekuni profesi pengusaha (bila sejak awal niat menjadi ASN mengabdi negara, usaha dilakukan di luar jam kerja atau menggaji orang sesuai keahliannya). Sembari mempunyai aneka usaha dan profesi diluar lembaga tempat bekerja, atau instansi pemerintah diluar jam kantor.
Nabi mengajarkan sembilan dari sepuluh pintu rizki adalah dagang. Dagang apa saja, asal halal. Baik berupa jasa atau barang. Berdasarkan ketrampilan atau keahlian yang dimiliki, hobi atau kegemaran. Dengan begitu hidup tidak hanya di isi dengan kesibukan mencari riski memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri atau keluarga.
Dengan mejadi pengusaha akan menciptakan lapangan pekerjaan mengurangi angka kejahatan, mampu mendapatkan rizki berlimpah sehingga lebih berkah, umurpun berkah manfaat untuk umat. Tidak hanya mengalirkan rizki pada keluarga inti, tapi juga ikut membantu negeri ini, beri solusi, menciptakan lapangan kerja yang kreatif dan penuh inovasi.
Ada banyak sekali jenis profesi atau usaha sampingan yang pantas dilakukan guna menambah pendapatan. Yang dari waktunya fleksibel, atau pengelolaannya dipercayakan pada orang yang tepat (BOOL), dikelola oleh yang kuat secara financial (BODOL) dan yang diamanahkan pada tenaga ahli (BOTOL).
Contoh sederhana yang dilakukan penulis: Pensyiar Baitullah Arminareka Perdana, Marketing Online, Jual Pulsa, Menyewakan Jaringan Internet, menyulap halaman menjadi lahan parkir, buka warung makanan dan minuman prasmanan, Cucian Motor, Menyewakan Lahan Sawah, Fotographer, Menjadi Perantara Loundry, Mengontrakkan Rumah, Jadi Agen Property, Menyulap Sampah Berkah, Peternak Ayam, Kambing dan Sapi. Selama halal, tidak korupsi, tidak perlu malu.
Segala sesuatu bila ditekuni dengan sungguh-sungguh akan menjadi peluang usaha untuk mendapatkan rizki yang halal, berkah, berlimpah, tidak usah menunggu akhir atau awal bulan untuk memperoleh pendapatan. Semangat itqan, InsyaAllah bersama setiap dari kita bisa menjadi pengusaha. Fastabiqul Khairat. Allahu Akbar.
“





