

3 HAL PENYEBAB MASUK SURGA
OLEH NUR AISAH BANGKALAN
NPA 13342000026
Saya awali tulisan ini dengan sebuah hadits Rosulullh yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dan Ibnu Hibban, artinya
“ Rosululloh bersabda ada 3 perkara siapa bisa menjaganya niscaya Allah akan mendekapnya, menyelimutinya dengan rahmatnya dan memasukannya ke surga. Apa itu ? yaitu orang yang jika diberi ia berterimakasih, ketika ia mampu (menghukum) malah memaafkan dan ketika marah diredamnya amarah itu “ .
Secara garis besar hadits tersebut menjelaskan agar seseorang berlomba-lomba dalam kebajikan. Memerintahkan seseorang agar melakukan amal kebaikan , agar mendapatkan rahmatnya , yang akan mengantarkan ke surga.Amal kebaikan yang terdapat dalam hadits tersebut terdapat 3 hal.
1. Orang yang jika diberi mengucapkan terimakasih.
Terimakasih adalah kalimat sederhana. Tetapi mempunyai makna yang sangat dalam. Membiasakan berterimakasih kepada seseorang yang telah memberikan peluang kebaikan , merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah. Karena hakekatnya kebaikan yang diberikan orang lain kepada kita , merupakan pemberian atau karunia karunia Allah SWT . Bahkan tidak dikatakan sebagai hamba yang bersyukur kepada Allah jika enggan mengucapkan terimaksih kepada orang lain.
Disamping itu, dengan berterimakasih beararti seseorang telah menghargai pemberian orang lain.Sehingga orang yang memberi merasa bahagia.Ikatan batin antara keduanya semakin tumbuh erat. Pun sebaliknya ,jika seseorang enggan berterimakasih kepada orang lain, boleh jadi akan dikatakan sebagai orang yang tidak tahu diri.Tidak tahu membalas jasa orang lain.Walaupun sebenarnya, orang yang memberi tidak mengharapkan penghargaan itu. Tapi etika dalam bermasyarakat harus dijunjung tinggi.
2. Orang yang memaafkan ketika ia mampu membalas / menghukumnya.
Memaafkan kesalahan orang lain merupakan perbuatan terpuji yang wajib di junjung tinggi. Tidak mudah memang. Apalagi kesalahan menyangkut harga diri. Membutuhkan jiwa besar untuk menerima dan melupakan kesalahan orang lain. Apalagi dalam posisi ia mampu, terbuka lebar untuk membalas kesalahan yang serupa. Dia pilih memaafkan dan menggantinya dengan kebaikan. Walaupun dibolehkan membalas kejelekan orang lain dengan perbuatan yang serupa. Memaafkan jauh lebih baik.Inilah mengapa akhirnya Allah akan memasukannya ke surga.
3. Orang yang akan mendapat dekapan Allah dan kemudian akan dimasukkan ke dalam surga adalah orang yang mampu menahan amarahnya. Yang dimaksud mampu menahan amarah adalah orang yang memiliki alasan untuk marah, dan ia pantas untuk marah. Namun , karena ia takut pada murka Allah dan khawatir terhadap dampak dari kemarahannya , maka ia menahan amarahnya tersebut.Karena ia sadar, orang yang sedang marah akan melakukan sesuatu diluar akal.Dia berkata dan bersikap kasar tanpa kendali. Ketika marah sudah reda, barulah menyadari bahwa dirinya khilaf. Akibatnya akan tercipta suasana yang kurang nyaman . Terganggunya persaudaraan dan persahabatan.Inilah mengapa menahan amarah itu sangat penting.
Menahan amarah itu tidak mudah. Jangankan orang yang lemah, orang yang kuat sekalipun belum tentu bisa menahan amarahnya. Sehingga, pantas dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan, “Orang yang kuat bukan orang yang menang dalam pertandingan, orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan amarahnya ketika ia sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Semoga kita semua bisa mengamalkan isi hadits diatas, di beri keluasan hati untuk selalu berterimakasih, terdorong untuk membuka hati selebar2nya dalam menghadapi kesalahan orang lain, kekuatan untuk menahan nafsu marah sehingga mendapatkan rahmat Allah yang pada akhirnya masuk kedalam surgaNya. Aamin.





