
Para ahli kesehatan optimistis bahwa vaksin COVID-19 saat ini sebagian besar efektif melawan varian B117. Pada Januari 2021, produser vaksin Pfizer-BioNTech mengatakan bahwa vaksin mereka juga ampuh terhadap varian asal Inggris tersebut.
Vaksin Pfizer-BioNTech menghasilkan tingkat antibodi yang tinggi, sehingga mencegah risiko penyakit serius pada mereka yang sudah divaksinasi maupun terinfeksi. Akan tetapi, data Pfizer-BioNTech menunjukkan bahwa varian mutasi SARS-CoV-2 lain, seperti varian 501.V2 dari Afrika Selatan, bisa lebih resistan terhadap vaksin.
Bagaimana dengan vaksin CoronaVac dari Sinovac?
Disebutkan bahwa dalam sebuah penelitian, vaksin Sinovac tetap efektif dalam melawan varian baru virus corona, baik strain dari Inggris maupun Afrika Selatan.
“Kami telah menguji vaksin ini di Tiongkok terhadap varian baru corona Inggris dan Afrika Selatan dengan hasil yang baik,” kata Dimas Covas, kepala pusat biomedis Butantan di Sao Paulo, Brasil, mengutip Reuters (18/2/2021).
Meski demikian, Covas tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang tingkat efikasi vaksin Sinovac terhadap varian B117.
Saat terkena COVID-19, apakah akan langsung bisa mendeteksi B117?
Kemungkinan besar tidak. Ini karena tes PCR standar tidak dapat menentukan secara pasti apakah kamu terinfeksi B117 atau strain lainnya.
Walaupun beberapa hasil tes PCR dapat mengisyaratkan satu varian, pasien tidak akan diberi tahu. Jika terkena strain asli atau mutasinya, pasien akan dirawat dengan prosedur yang sama.
Cara satu-satunya untuk mengetahui secara akurat adalah dengan menggunakan teknologi pengurutan gen atau genome sequencing. Namun, teknologi ini pun tidak digunakan untuk memperingatkan pasien akan status mereka, melainkan untuk melacak prevalensi varian baru di masyarakat.
Apakah B117 lebih mengancam anak-anak?
Kemungkinan besar anak-anak dapat terinfeksi varian B117 dengan kecepatan yang hampir sama dengan strain SARS-CoV-2 sebelumnya.
Sebuah studi berskala besar pada 2021 oleh Public Health England bersama universitas dan institusi kesehatan terkemuka Inggris mengemukakan bahwa kemungkinan anak-anak menularkan varian B117 kepada orang lain lebih rendah, hingga sekitar 50 persen saja.
Meskipun begitu, tetap jaga si Kecil dari penularan COVID – 19
Jika terkena varian B117, apakah akan langsung kebal terhadap varian tersebut?
Jawabannya iya dan tidak. Iya, saat terjangkit COVID-19, kamu memiliki imunitas untuk melawan infeksi kedua. Namun, para ahli masih mencari tahu berapa lama imunitas tersebut dapat bertahan.
Sebagai contoh, varian 501.V2 dari Afrika Selatan dan varian P.1 dari Brasil tampak bermutasi, sehingga virus dapat menghindari antibodi dan menginfeksi lagi. Hasil tersebut didasarkan pada tes laboratorium yang melibatkan pasien yang terinfeksi mutasi SARS-CoV-2.
Sementara keampuhan vaksin COVID-19 terhadap varian-varian lain belum diketahui, para ahli optimistis bahwa vaksin tetap akan menghasilkan antibodi yang melindungi penerimanya dari risiko infeksi yang lebih serius.








