Malam ini, kami sah menjadi suami istri
“Kita akan tinggal dimana setelah ini?” pertanyaan ini terlontar begitu saja dari mulutku
Adam memandangku lama,
“Di rumah orangtuaku.” Jawabnya ragu
“Bolehkah kita mengontrak saja.” Kataku
“Terserah istriku saja.” gaya santainya yang membuat aku jatuh hati padanya.
Hidupku sudah terbiasa dengan dispilin dari kecil sehingga aku kadang – kadang merasa terkungkung karenanya. Bersama Adam aku merasakan kebebasan yang membuatku merasa hidup. Mungkin karena itu aku tanpa pikir panjang menerima lamaran Adam, mungkin aku penganut aliran cinta akan datang setelah menikah.
***
Konsenkuensi atas apa yang aku lakukan akhirnya aku harus menjalani hidup berumah tangga yang mungkin buat sebagian orang adalah pilihan salah yang tak mungkin aku sesali karena itu semua aku yang mau.
Sedari kecil hidup selalu dengan aturan dan pemikiran yang matang, sekarang tidak lagi. Adam yang notabene suamiku yang sedari kecil sudah terbiasa hidup santai akhirnya kami bagaikan dua mata sisi yang berbeda. Aku yang terbiasa dengan peraturan akhirnya terlalu lelah untuk berjuang sendiri demi rumah tangga kami.
“Dam, besok kita harus membayar uang kontrak.” Kataku malam itu setelah 6 bulan kami menikah. Bukannya Aku tidak tahu adam baru saja dibuang kerja, tapi mau bagaimana lagi sebagai istri yang juga belum selesai kuliah tentunya aku belum punya penghasilan. Untung saja sedari kecil aku sudah biasa menabung dan hasil tabunganku sudah habis pula dipakai untuk menambah keperluan dapur yang suka kurang.
“Besok Aku kerumah Ibu, minjam dulu.” Adam berkata seperti biasanya tiada beban.
“Minjam lagi.” Sungguh aku kesal mendengar perkataan Adam
“Ya harus minjam aku belum dapat pekerjaan, Ibu juga tidak keberatan.” Katanya lagi
“Tapi aku yang keberatan Adam.” Emosiku sudah di ubun – ubun
“Trus kamu maunya apa? kita pindah kerumah orangtuaku, tidak mungkin kita pindah kerumah orangtuamu.” Masih saja santai ucapnya.
Ini untuk kedua kalinya setelah menikah aku merasa percakapan kami sudah tidak sehat, tapi Adam cuek bebek saja.
“Mau ditaruh di mana mukaku, Dam.” Ketusku
“Rileks na, Cuma sementara setelah aku bekerja algi kita akan mengontrak lagi.” Adam mencoba membujukku. Aku menepis tangan Adam yang ingin memelukku, selalu itu yang dilakukannya jika Aku sudah kesal dengan tingkahnya yang semaunya saja. hidup harus santai itu ucapan Adam padaku selalu.
Akhirnya aku harus mengalah, daripada kami ribut diumur pernikahan yang masih seumur jagung. akhirnya Aku jadi mengingat bagaimana Ayah dan Ibu selalu mengingatkanku untuk selalu berfikir matang dalam melakukan segala sesuatu, sehingga jikapun ada kegagalan dari apa yang direncanakan Aku tidak akan kecewa.
Pernikahan adalah hal yang paling besar tapi karena kecerobohanku aku harus menelan pil pahit dariapa yang aku putuskan, aku seperti orang yang kehilangan akal sehat jika sudah bicara tentang cinta, cinta benarkah aku mencintai Adam atau aku hanya menganguminya saja. aku melihat sosok yang santai jauh berbeda dengan aku sendiri. Aku yang terbiasa didik dengan atuan dan dispilin yang ketat selalu merasa terkunkung dengan semua yang sudah aku jalani selama ini.
Aku masih ingat betap aku senang kita ayah mengizinkan aku mengikuti club mendaki di kampus padahal sebelumnya jangankan untuk pergi sendiri kemanapun aku selalu di antar oleh kakakku bahkan Ayah selalu mengantarku sehingga aku selalu disebut anak rumahan.
Hidup penuh dengan hal yang tidak diduga seperti aku sekarang ini, bagaimana tidak kini hidupku berubah 360 derajat. Rumah yang selalu rapi karena kami selalu diajarkan untuk selalu merapikan segala sesuatunya bagi membantu ibu tapi sekarang semua aku lakukan sendiri.
Adam selalu meninggalkan apapun yang menurutnya aku yang harus melakukannya membuatku merasa kesal. 6 bulan yang menurutku sangat membuat kepalaku pusing. Tapi aku tidak berani untuk mengadu kepada Ibu apalagi Ayah. Hanya Abangku yang pernah datang ketempat kontrakkanku, dengan pandangan aneh Abangku hanya mengingatkan aku untuk sabar menghadapi perubahan hidup yang aku pilih sendiri. (bersambung)
***






