Merawat Buku Milik Kita

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengulas topik di rubrik NGETEH MORNING tentang merawat buku milik kita.

Kemarin (Selasa, 23/03/2021) di jeda mengajar sekitar satu jam, saya sempatkan untuk merapikan buku buku saya yang menumpuk di beberapa tempat.

Di tahun 90-an hingga di akhir tahun 2014, selain sering membeli buku buku yang saya gunakan sebagai bahan mengajar, saya juga sering membeli buku buku yang buat saya sangat bermanfaat buat menambah pengetahuan saya dari berbagai disiplin ilmu.

Akibatnya lemari buku dan rak buku saya sudah penuh sehingga buku buku yang saya beli hanya saya tumpuk begitu saja sehingga lama lama makin tinggi tumpukannya.

Setelah itu, saya mulai jarang membeli buku karena terbentur pada penyimpanannya yang sudah kelewat penuh. Selain itu, mata saya yang terkena penyakit glukoma membuat saya sedikit kesulitan bila membaca buku cetak dan saya menjadi lebih suka membaca buku E-Book via handphone.

Tahun lalu saya hanya membeli satu buku saja yang berjudul Wawasan Pancasila karya bro Yudi Latif.

Sedangkan tahun ini, saya baru membeli dua buah buku kompilasi terbitan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) dimana saya turut sebagai penulis artikel.

Kemudian terhitung sejak bulan Agustus 2020, penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang dipimpin oleh Bapak Haji Thamrin Dahlan menerbitkan buku pertama saya dan kemudian diikuti buku buku saya berikutnya hingga di akhir bulan Maret 2021 ini sudah berjumlah 15 buku.

Buku buku yang saya tulis tersebut sudah menumpuk di meja ruang keluarga karena di ruang kerja saya sudah penuh dengan tunpukan buku.

Oleh karena itu, kemarin saya memang nenyempatkan untuk merapikan dan membersihkan buku buku saya yang menumpuk dari debu dan kotoran karena sudah cukup lama tak sempat saya bersihkan.

Sambil membersihkan, saya membolak balik buku yang saya bersihkan sambil membacanya secara sepintas saja.

Sudah seharusnya buku buku milik kita dirawat dengan baik terutama buku buku hasil tulisan kita sendiri. Saya teringat  ada yang mengatakan bahwa karya kita akan abadi bersama buku dari pada penulisnya dalam arti bahwa buku umurnya bisa berabad abad lamanya bila dibanding dengan umur penulisnya.

Buku milik kita sedapat mungkin disimpan atau ditaruh di tempat yang aman terutama dari kemungkinan terkena air dan serangan rayap. Saya pernah merasakan buku buku saya terpaksa harus saya buang ketika terkena air dan dimakan rayap. Sedih sekali rasanya.

Alhamdulillah, beberes buku kemarin dapat saya selesaikan pada sore hari.

Saya sudahi tulisan saya ini dengan sebuah pantun :

Pergi Ke Negeri China Mencari Ilmu

Saat Liburan Jangan Lupa Ke Bosnia

Rawatlah Buku Buku Milikmu

Karena Buku Adalah Jendela Dunia

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 24 Maret 2021

Tinggalkan Balasan