EUFORIA MEMANCING CAKALANG

Terbaru584 Dilihat

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Pukul tiga belas perahu bertolak melaju ke tengah laut. Para pemancing duduk berderet dianjungan perahu dengan kail-kail berumpan nasi mengapung di permukaan laut. Tak ketinggalan Acopun ikut duduk sambil memegang joran bambunya. Perahu melaju ke arah Utara menyongsong rombongan besar cakalang yang berenang mencari makan. Umpan Ikan kecil-kecil ditaburkan oleh boboi, orang yang bertugas menabur umpan. Tak lama kemudian cakalang segar bertaburan menggelepar di atas geladak, para pemancing sibuk menarik kail mereka. Acopun sibuk menarik jorannya beberapa ekor cakalang sudah diperolehnya.

Itu pertama kalinya Aco ikut melaut memancing cakalang. Hatinya girang karena dapat kesempatan seperti itu. Ia begitu semangat melempar pancing, menarik cakalang-cakalang dari dalam air dan mendaratkannya di atas geladak.

Tengah asyik-asyiknya menarik pancing, tiba-tiba pancingnya terasa berat. Rupanya kali itu cakalang ukuran besar menyambar kailnya. Aco kaget dan segera menariknya, tetapi cakalang itu bertahan dengan kuat. Ikan itu begitu kuat menarik pancing dan berenang semakin menjauhi tepi perahu. Aco semakin panik, ia mengadu tenaga dengan cakalang itu. ia heran mengapa Ikan itu bisa terkait di mata kail. Biasanya ketika menyambar umpan ikan tidak pernah terkait.Tenaga Aco semakin terkuras, ia tidak kuat lagi bertahan dan tubuhnyapun terlempar masuk ke dalam air laut. Aco berteriak minta tolong dan dia kaget terbangun mendengar suara ibunya yang membangunkan.

Tinggalkan Balasan