
Seorang teman memberitahu saya dia dapat lokasi bagus yang saya cari. Ya, saya mencari sebidang tanah untuk dibuat tempat wisata. Ada bos investor yang siap beliin.
Bagus juga laporannya. Katanya tanah tersebut berlokasi hanya beberapa ratus meter dari jalan utama. Masuk mobil karena persis di pinggir jalan desa. Ada sungai seperti yang saya cari. Harganya pun tidak jauh dari bujet yang bos saya sanggupi.
Singkat kata kitapun pergi survey. Ternyata yang katanya dekat jalan utama malah jauh masuk perkampungan. Jelas bis ga akan bisa masuk. Harganya pun naik hampir 150%!! Bahkan yang katanya ada sungai ternyata hanya selokan selebar 20cm. Hadeeuh.
Ketika saya protes dengan entengnya dia bilang, “…yang penting survey dulu. Gampang harga mah bisa dibicarakan. Itu sungai tinggal dilebarin. Digali aja. “
Haduuuh…
Pengalaman lainnya,pernah ditawarin teman lain. Katanya lokasinya dekat jalan utama, hanya sekian ratus meter dari jalan besar. Pendeknya seperti kisah diatas, semua persyaratan terpenuhi.
Lagi lagi ketika survey kenyataannya jauh berbeda. Lokasinya jauh di pinggir hutan. Waduh, Belanda aja ga bakalan mau bikin markas disana. Lagi lagi pas ditanya dengan enteng dia jawab, yang penting lihat lokasi dulu.
Gagallah transaksinya. Mana saya bawa klien saya lagi. Waktu dia jelas lebih berharga dari waktu saya. Kalau sekedar datang survey jadinya hanya membuang waktu klien. Alamat malu besar ini. Nama baik kita bisa tercoreng.
Haduh saya juga sering jadi makelar. Alhamdulillah berkali kali Allah ijinkan saya berhasil menjual beberapa properti. Rahasianya, sangat penting untuk melihat dari kacamata kepentingan pembeli.
Saya akan mencari sebuah lokasi atau rumah yang sedapat mungkin sesuai dengan permintaan pembeli. Pantang bagi saya berprinsip gapapa beda juga yang penting ajak survey dulu. Nanti udah di tempat mah tinggal dirayu.
Ga, saya mah ga pernah seperti itu. Prinsip saya, berikan konsumen apa yang mereka inginkan. Jadi kalau konsumen cari rumah pinggir jalan dengan 3 kamar tidur, 2 WC,ada carport atau garasi, maka saya akan carikan properti persis sesuai keinginan mereka.
Tentu akan butuh waktu dan kerja keras menemukan yang sama persis. Ada aja sedikit bedanya .t Yaa, minimal 90% lah mendekati kriteria calon pembeli.
Jadi saya ga akan ngajak pembeli membuang buang waktu melihat properti yang DIA TIDAK MAU BELI! Saya menghargai waktu konsumen dan saya senang melihat ekspresi wow ketika mereka menemukan tempat yang sesuai.
Bahkan kalau bisa,berikan mereka lebih dari apa yang diinginkan. Salah satu triknya dengan memberi mereka bonus yang sangat keren dan menggiurkan.
Misal, saya pernah tawarkan mereka hadiah sepeda motor baru atau seperangkat furniture lengkap ketika membeli rumah yang ditawarkan.
Gapapa komisi terpotong yang penting mereka puas. Toh saya kan ga bermodal apa apa juga. Hanya modal waktu,pulsa, dan sedikit tenaga saja.
Nah karena senang saya perhatikan kepentingan dan kebutuhan mereka dengan baik, mereka pun akan lebih mudah membeli properti yang saya tawarin.
Bahkan mereka akan senang hati jadi agen marketing jika ada yang membutuhkan jasa saya. Jadi.kalau ada yang membutuhkan rumah mereka akan merekomendasikan nama saya membantu mencarikan.
Jadi ga ada yang dirugikan. Semua senang.Penjual senang tempatnya dibeli orang. Pembeli senang mendapat apa yang mereka inginkan. Saya juga senang mendapat uang komisi penjualan.
Nah coba trik ini dilakukan. Moga saja Allah ijinkan penjualan anda segera jadi closingan.







Trik yang luar biasa. Menjaga amanah itu akan mendatangkan berkah, bukan? Cepat atau oun lambat.
Alhamdulillah terimakasih Ibu..betul sekali …menjaga amanah dan memperhatkan konsumen adalah ikhtiar pembuka rezeki..