Proses Menggali Ide

Artikel ke 25
Proses Menggali Ide

Dalam menulis kreatif menggali ide termasuk salah satu hal yang penting, karena ide merupakan hal menjadi awal seseorang untuk menulis. Inilah yang sebagian penulis menganggap sebagai inspirasi, dan setiap penulis memiliki cara yang berbeda dalam menggali ide.

Tidak semua penulis menunggu mendapatkan ide baru menulis. Ada juga yang memulainya dari menulis untuk mendapatkan ide atau inspirasi. Judul Buku ini sendiri, “40 Hari Menulis tanpa Inspirasi” dan kenyataannya memang begitu. Buku ini ditulis dengan mengalir saja, ide didapat sambil terus menulis.

Sebagaimana diketahui, ide adalah gagasan, hasil dari sebuah pemikiran, pengalaman atau pengamatan penulis. Sebelum mulai menulis kreatif, penulis harus menggali ide dengan berbagai langkah.

Jika penulis kekurangan ide untuk membuat tulisan, ada beberapa cara relaksasi untuk mendapatkan ide,

• Dengan membaca referensi
• Jalan-jalan atau pergi liburan
• Mengikuti acara komunitas
• Nonton konser atau Nonton Film

Cara-cara diatas banyak dilakukan sebagian penulis, karena kadang menulis itu butuh relaksasi, apalagi mempunyai kesibukan lain selain dari pada menulis. Berikut akan dijabarkan satu persatu secara rinci kenapa hal diatas dianggap penting untuk dilakukan.

Dengan Membaca referensi

Menulis kreatif sangat dibutuhkan referensi, meskipun yang dituliskan merupakan pengalaman pribadi. Untuk memperkuat gagasan yang dituangkan dalam tulisan sangat dibutuhkan referensi sebagai rujukan. Itu kalau memang menginginkan hasil yang maksimal.

Sebuah gagasan tentang apa yang akan dituliskan, tentunya sudah memiliki kerangka, dari kerangka inilah diketahui apa saja yang dibutuhkan dalam memperkuat imajinasi, sehingga pembaca sangat menikmatinya dan merasa larut dalam apa yang disajikan.

Bisa juga karena membaca berbagai buku sehingga timbullah gagasan untuk menulis sesuatu, itu kalau memang belum memiliki gagasan untuk dituliskan. Tapi pada dasarnya, dengan membaca akan merangsang kita untuk menulis. Membaca disini bisa apa saja, apakah membaca novel, majalah atau juga Cuma sebuah koran.

Jalan-jalan atau Pergi Liburan

Banyak yang melakukan hal ini untuk sekadar relaksasi, karena dengan jalan-jalan atau pergi liburan bisa menghilangkan ketegangan. Ini sebuah proses peregangan yang terbilang efektif, dengan cara ini menjadi banyak yang dilihat, sehingga akan merangsang otak untuk menulis.

Seperti juga membaca, jalan-jalan merupakan cara membaca sebuah situasi dan keadaan, dan melihat detil-detil yang bisa menjadi referensi untuk menulis. Biasanya dari apa yang dilihat bisa menjadi inspirasi, sehingga mendorong semangat untuk menulis.

Mengikuti Acara Komunitas

Ini merupakan satu hal yang tidak kalah penting. Terkadang di tengah kerumunan orang banyak dan berinteraksi dengan banyak orang, timbul berbagai inspirasi yang tanpa kita sadari. Bisa jadi dengan berkumpul dan berdialog muncul hal-hal yang tidak terduga.

Misalnya, di tengah keramaian tersebut kita bisa mengamati berbagai sikap dan perilaku berbagai orang, dengan mengamati hal tersebut bisa menimbulkan inspirasi untuk menuliskan sesuatu, atau juga menjadi bahan referensi dari tulisan yang sedang dikerjakan.

Nonton Konser atau Nonton Film

Nonton konser kalau sekadar untuk relaksasi mungkin akan sangat bermanfaat. Apalagi kalau apa yang sedang ditulis berkaitan dengan konser musik, dengan demikian acara tersebut bukan saja untuk sekadar relaksasi, tapi juga bisa dijadikan bahan referensi.

Kalau menonton film jelas bisa sejalan dengan menulis, karena dari menonton film akan timbul berbagai inspirasi atau ide untuk membuat adegan dalam cerita, bahkan bisa menjadi referensi untuk melihat berbagai ekspresi dan emosi yang ada dalam cerita film. Dan hal seperti itu akan sangat membantu.

Ajinatha

Tinggalkan Balasan