
Dalam lamunan senja, kopi mengepul mengirim aroma sempurna
Tik…tik…tik… rintik hujan masih meninggalkan suara
Malam akan bergegas, engkau dimana?
Kali ini hujan reda, pelangi tersaji indah di depan mata
Arjuna, kopimu sudah dingin memelas
Secangkir kopiku pun telah meninggalkan ampas
Pelangi menghilang bergegas
Dag dig dug jam dan jantung berdegup deras
Senja, kopi dan pelangi tinggal kata-kata
Seharusnya bersama dengan kita berdua
Berbincang sehangat kopi, ditatap romantis senja
Pelangi membayang di atas kepala
Esok, masih ada senja menanti
Berharap di ujung meja engkau menggenggam secangkir kopi
Membacakan puisi tentang senja, kopi dan pelangi
Seperti yang kutulis saat ini
Fatmi Sunarya, 21 September 2021
Puisi ke 31 KMAA
Puisi pernah tayang di sebuah blog







Keren Mba Fatmi
Terima kasih mbak Ester, salam semangat