
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Macan Kemayoran Yang Berhasil Kemenangan Keduanya.
Kemarin (Sabtu, 02/10/2021), selepas magrib, saya sudah berada di depan layar kaca channel TV Indosiar untuk menyaksikan laga kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 antara Persiraja Banda Aceh melawan Persija Jakarta.
Sebelum laga dimulai, hujan deras mengguyur stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor tempat berlangsungnya pertandingan.
Di tengah guyuran hujan deras, laga pun tetap digelar. Di laga melawan Persiraja Banda Aceh ini, Persija Jakarta turun tanpa beberapa pemain pilarnya seperti Osvaldo Haay yang harus menepi selama satu bulan karena cedera, lantas Andritany Ardhiyasa, Novri Setiawan, Braif Fatari dan Ismet Sofyan yang masih dalam masa pemulihan dari sakit dan cedera serta Taufik Hidayat yang dipanggil timnas Indonesia untuk mengikuti babak playoff kualifikasi Piala Asia 2023 dan Rohit Chand yang memperkuat timnas Nepal di sebuah turnamen di Asia Selatan.
Tim berjuluk Macan Kemayoran memulai laga dengan bermain hati hati karena lapangan yang mulai digenangi air hujan. Sementara Persiraja Banda Aceh bermain lebih lepas dan mampu menciptakan peluang berbahaya di menit awal.
Hujan turun semakin deras yang mengakibatkan sebagian besar lapangan digenangi air hujan sehingga bola menjadi sulit berjalan dengan baik. Wasit pun menghentikan pertandingan dan setelah berbicara dengan komisioner pertandingan dan memanggil kapten dari kedua tim yang bertanding diputuskan bahwa pertandingan ditunda selama 30 menit pertama.
Selagi laga ditunda, saya pun meminndahkan chanel TV ke RCTI untuk menyaksikan sinetron. Keasyikan nonton sinetron hingga saya lupa waktu sudah berlalu lebih dari 30 menit, lantas saya memindahkan chanel TV ke Indosiar dan benar saja laga antara Persiraja Banda Aceh dan Persija Jakarta sudah kembali berlangsung setelah sempat tertunda hampir 45 menit. Air hujan yang menggenangi lapangan permainan terlihat sudah surut dan bola pun sudah bisa berjalan lancar.
Persija Jakarta tampil dengan formasi tak biasa yakni 3-4-3 dengan tiga bek Otavio Dutra, Maman Abdurahman dan Yann Motta. Formasi ini yang sekarang tengah digunakan klub Liga Primer Inggris, Chelsea.
Persija Jakarta lebih menguasai permainan. Di lini depan, Macan Kemayoran mengandalkan Marko Simic, Riko Simanjuntak dan pemain belia yang masih berusia 16 tahun Doni Tri Pamungkas. Sementara Persiraja Banda Aceh mengandalkan Paulo Hendrique yang masih menjadi top skor sementara dengan mengemas 5 gol.
Setelah beberapa menit laga berjalan, Persija Jakarta harus kehilangan bek andalannya Marko Motta yang mengalami cedera dan digantikan pemain belia Ilham Rio Fahmi yang masih berusia 19 tahun.
Babak pertama usai, skor masih imbang 0-0. Persiraja Banda Aceh mampu menciptakan satu peluang berbahaya namun dapat digagalkan oleh penjaga gawang Adixi Lexivio. Sementara Persija Jakarta belum mampu menciptakan peluang berbahaya.
Memasuki babak kedua, Persija Jakarta menarik keluar pemain belianya Doni Tri Pamungkas digantikan oleh pemain belia lainnya Alfriyanto Nico yang masih berusia 17 tahun.
Masuknya Nico, serangan Macan Kemayoran lebih hidup meskipun di lapangan tengah tanpa kehadiran Rohit Chand masih miskin kreasi dan serangan terlalu berpusat ke Riko Simanjuntak di kanan dan Rezaldi Hehanussa di kiri.
Pada menit ke-70, Persija Jakarta memperoleh hadiah tendangan penalti setelah pemain Persiraja Banda Aceh Muhammad Isa melakukan pelanggaran terhadap Nico di dalam kotak penalti dan wasit pun menunjuk titik penalti dan memberikan kartu merah langsung ke Muhammad Isa.
Marko Simic yang bertindak sebagai eksekutor penalti berhasil membobol gawang Persiraja Banda Aceh dan membawa Persija Jakarta unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persiraja Banda Aceh berusaha bermain menyerang untuk bisa menyamakan kedudukan meskipun bermain dengan 10 pemain. Satu peluang berbahaya sempat diperoleh tim berjuluk Laskar Rencong ini namun masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang Adixi Lexivio.
Suporter Macan Kemayoran, The JakMania tentu diliputi ketegangan karena trauma di laga laga sebelumnya, Persija Jakarta yang sudah lebih dulu unggul namun mampu disamakan oleh lawannya di akhir babak kedua.
Ketegangan itupun berakhir dan terasa lega ketika wasir meniup peluit panjang tanda laga babak kedua berakhir dan Macan Kemayoran berhasil meraih kemenangan keduanya di kompetisi BRI Liga 1 2021-2022.
Kemenangan atas Persiraja Babda Aceh ini membawa Persija Jakarta naik ke posisi tiga di klasemen sementara dengan meraih 10 poin.
Alhamdulillah ..
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Makan Sate Madura Di Kota Bangkalan
Pulangnya Mampir Ke Pasar Beli Celengan
Tampil Tanpa Beberapa Pemain Andalan
Macan Kemayoran Justru Bisa Meraih Kemenangan
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari
ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 3 Oktober 2021







