Terbaru807 Dilihat

Persatuan Indonesia

Nama : Fristy Amellia Ardian

NIM : 21019/1A

 

Pancasila bisa dimaknai sebagai rumusan serta pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk sila ke-3 butir 2 yang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Banyak suku yang berbeda-beda hidup di dalamnya.Begitu pula aneka bahasa daerah yang dipergunakan sehari-hari, jumlahnya juga mencapai ribuan.Karena itu dalam sila ke-3 Pancasila, terkandung butir-butir pengamalan yang memuat nilai-nilai, isi, serta penjelasan rinci karena bangsa Indonesia sangat majemuk.Buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) yang disunting oleh Al Khanif, mengungkap bahwa nilai-nilai luhur Pancasila dalam berbagai kondisi masyarakat dapat digali sebagai kunci untuk menghadapi segala macam tantangan yang dihadapi oleh segenap rakyat Indonesia. Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-3

Berikut ini isi butir-butir pengamalan Pancasila sila ke-3 selengkapnya:

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Kompas.comMenu

JELAJAHI

Komentar

Baca artikel lebih nyaman tanpa terganggu banyak iklan di aplikasi Kompas.com.

UNDUH

Home Skola

Contoh Penerapan Sila Ketiga Pancasila

Selasa, 9 Februari 2021 | 14:18 WIB

 

 

 

Komentar

 

Komentar Lihat Foto

Shutterstock.com

Ilustrasi persatuan Indonesia

Penulis: Vanya Karunia Mulia Putri | Editor: Nibras Nada Nailufar

KOMPAS.com – Pancasila adalah ideologi negara Indonesia. Hendaknya masyarakat Indonesia mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

 

Sebagai ideologi negara, Pancasila dijadikan pedoman hidup masyarakat Indonesia, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

 

Salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai persatuan. Bunyi dari sila ketiga Pancasila, yaitu: ‘Persatuan Indonesia’.

 

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), salah satu bentuk nilai persatuan adalah dengan berjiwa nasionalisme tinggi.

 

 

Berjiwa nasionalisme berarti mencintai negara Indonesia. Hal ini akan menciptakan masyarakat yang saling bersatu dan berpadu dalam persatuan Indonesia.

 

Nilai sila ketiga Pancasila

Berdasarkan TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut adalah butir-butir sila ketiga Pancasila:

 

Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan.

Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara serta bangsa apabila diperlukan.

Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan sosial.

Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Siswa, Ini Bentuk Pengamalan Sila Ke-4 Pancasila

 

Penerapan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari

Ada beberapa contoh penerapan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

 

1.Menumbuhkan rasa mencintai tanah air dan berusaha menjaga nama baik Indonesia. Contohnya adalah menggunakan produk buatan Indonesia.

2.Berteman dan membantu orang tanpa membedakan suku, agama dan ras.

3.Tidak menimbulkan keributan atau perselisihan antar masyarakat. Contohnya tidak mengejek atau menjelek-jelekkan teman yang memiliki suku, agama dan ras yang berbeda.

4.Bekerja sama untuk kepentingan bersama. Misalnya gotong royong membersihkan kelas atau lingkungan sekitar rumah.

Menjaga toleransi antarteman dan masyarakat.

5.Mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi. Misalnya menolong teman yang kesusahan.

6.Tidak memaksakan kehendak pada orang lain.

7.Saling menghormati, menyayangi dan menghargai, baik dalam lingkup keluarga maupun pertemanan.

Tinggalkan Balasan