Tak Ada Jalan Halal, Akun Pak Sekda Kena Jagal

Berita, Edukasi, Humaniora409 Dilihat

INI kejadian yang sering berulang. Sebuah akun –entah FB, WA, IG, dll—dihack alias diretas oleh seseorang. Baik untuk tujuan mencari keuntungan material maupun untuk menjelekkan orang yang diretas. Pastinya kejadian seperti ini selalu ada. Teknologi telah memudahkan orang-orang yang berpikiran singkat untuk berbuat jahat.

Hari ini kembali ada kejadian retas-meretas atau mencatut-mencatut akun medsos. Baru memasuki hari kedua di bulan ke-11 muncul berita yang tidak kita sukai ini. Beberapa hari sebelumnya juga ada berita yang sama.

Satu status teman medsos saya pada hari ini menyampaikan pesan, akunnya dicatut orang. Lalu dipergunakan untuk menipu, seolah-olah dia melakukannya. Maka teman ini membuat pesan ‘blokir segera’ akun pencatut nama saya itu. Segera diblokir saja akun itu. Begitu kurang-lebih pesan salah seorang teman di salah satu grup WA menyampaikan pesan. Karena dia seorang pejabat publik, seorang Sekda (Sekretaris Daerah) di Kota Batam, saya serius membaca pesannya itu. Ini berarti akunnya diretas alias dicatut orang lain, kata saya dalam hati.

Persis statusnya berbunyi begini,

Blokir Segera Akun yang Mencatut Nama H. Jefridin Hamid dengan Meminta Ini Itu di FB Messenger

JIKA Bapak/Saudara menerima inbox di Facebook Messenger dari akun yang mencatut nama dan foto Sekda Batam H. Jefridin Himid (HJH), lalu meminta uang atau konfirmasi kode WhatsApp, maka segera report as spam atau blokir saja. Itu penipuan!

Seolah tak ada lagi jalan halal, para komplotan penipu ini kembali beraksi. Sasarannya adalah masyarakat. Modus kali ini ingin mencuri nomor WhatsApp korban. Tentu saja untuk berbuat kriminal.

Maka itu untuk menghadapinya, langsung blokir saja. Tak usah dibalas chat-nya, karena tindakan tersebut hanya akan mengkonfirmasi bahwa akun Anda aktif. Sehingga bisa menjadi sasaran berikutnya.

Inti dari pesan ini adalah: Akun Facebook HJH hanya dipakai untuk silaturahmi, lain tidak. Maka jika ada akun mengatasnamakan HJH, lalu kirim inbox dan meminta ini dan itu, maka dapat dipastikan hal tersebut adalah modus penipuan.

Waspadalah, waspadalah. Terimakasih.

Status itu ditulis (doposting) oleh dan atas nama nomor HP Sekda Batam, Pak Jefridin. Saya simpulkan begitu karena nomor WA itu kebetulan sudah tersimpan pada HP saya. Saya baca lebih dari sekali dan saya meresponnya dengan sangat serius dan tentu saja terkejut. Pak Jefrididin, orangnya baik hati dan perhatian kepada semua orang, saya tahu itu. Tentu saya sangat kesal kepada orang yang melakukannya.

Sebagai bentuk perhatian, saya meneruskan pesan belyau itu ke blog saya. Kini pun, catatan berisi status Pak Sekda itu saya posting di sini.  Apa yang dialami oleh Pak Sekda Batam, ini memang sudah sering dan banyak terjadi. Mungkin di antara kita pernah menerima pesan berupa permintaan macam-macam dari –seolah-olah– teman kita. Lalu di situ yang mengirimkan pesan mengatakan minta bantu dulu. Isi permintaan bantuannya bisa meminjam uang, minta isi pulsa dan lain sebagainya. Biasanya kita akan membaca berkali-kali sebelum menanggapinya.

Saya setuju bahasa Pak Sekda pada status itu, Seolah tak ada lagi jalan halal, para komplotan penipu ini kembali beraksi yang berarti akun Pak Sekda yang menjadi sasaran jagalnya. Jika diumpamakan tukang potong (jagal) maka pencoleng ini menjagal akun orang sepenting Pak Sekda, Batam itu. Tentu saja kita menyesalkan bahkan mengutuk perbuatan orang itu.

Pesan Pak Sekda agar kita berhati-hati, lalu dia minta diblokir saja agar tidak malah menambah masalah lainnya, saya sangat setuju. Jika kita masih ragu disebabkan orang yang mengontak itu mengaku orang yang paling akrab bahkan saudara sendiri yang boleh jadi itu benar, maka cobalah ditelpon (call) langsung. Kita akan tahu suara sahabat atau saudara kita. Jika suaranya benar-benar suara teman atau saudara kita, pun jangan buru-buru transfer duit. Sebaiknya, ditawarkan untuk memberikan langsung uangnya.

Jika tersebab tempat tinggal saudara atau teman kita itu berjauhan, sebaiknya mencari cara lain. Kita kontak teman kita yang lain yang bertempat tinggal sama dengan saudara atau teman kita ini. Ini maksudnya jika masih sedikit ada keraguan terhadap suara yang menjawab telpon kita. Pokoknya, kewaspadaan tingkat tinggi perlu dipasang agar tidak menyesal.***

Tinggalkan Balasan