Membuat Majalah Fisik Atau Digital Masih Relevan

BUKU, Literasi, Terbaru953 Dilihat

Membuat majalah mungkin sudah tak mode dalam beberapa tahun terakhir. Minat generasi muda relatif sudah mulai berkurang untuk membaca. Mereka relatif lebih suka gambar dan video daripada teks.

Siapa yang akan membelinya?

Tapi meski sudah tidak tren, membuat majalah itu menyenangkan. Lagipula bisa jadi majalah akan bisa menjadi sebuah media arsip dan dokumentasi.

Majalah-majalah lawas akan mencatat peristiwa dan pemikiran masa itu. Demikian juga dengan film dan lainnya. Opini film pada suatu waktu akan menjadi sebuah dokumentasi gagasan dan opini pada saat itu. Bisa jadi opininya selaras dengan situasi masa itu. Bisa jadi filmnya kurang laku karena tak musim saat itu dan idenya relatif tak umum saat itu.

Membuat buku dan majalah fisik masih relevan. Meski mungkin pembacanya makin sedikit. Atau malah tak menghasilkan duit.

Yang penting tetaplah menulis karena suatu ketika bisa jadi buku, entah bentuknya digital atau fisik. Buku dan majalah akan abadi dan bisa jadi sarana dokumentasi.

Tinggalkan Balasan