
Dalam awal tulisanĀ ini pertama-tama saya ingin meminta ijin kepada Pak Anto yang saat ini berada di kediamannya di Sidoarjo untuk menuliskan tentang kisah perjuangannya selama menjadi Guru Relawan di MI Ma’arif Plampang periode 4 Agustus 2019 sampai dengan 4 Agustus 2020. Selama masa pengabdiannya di MI Ma’arif Plampang Yogyakarta banyak sekali kenangan indah bersama siswa siswi serta guru dan masyarakat Plampang 3 yang takkan terlupakan. Oleh karena itu ijinkan saya untuk mengabadikan kenangan-kenagan indah tersebut dalam sebuah tulisan dan mudah-mudahan nantinya dapat dikumpulkan dalam sebuah buku. Aamiin!
########
Sang relawan yang sangat disukai oleh anak-anak didiknya di MI Ma’arif Plampang Yogyakarta, ia adalah Pak Anto. Pak Anto berasal dari Sidoarjo kemudian menawarkan diri menjadi seorang guru relawan di MI Ma’arif Plampang yang berada di sebuah desa terpencil di kawasan Kulon Progo Yogyakarta. Anto mulai menjalani profesinya sebagai seorang guru relawan sejak 4 Agustus 2019. Sejak saat itulah dia benar-benar berjuang demi kemajuan sebuah madrasah kecil di puncak Pegunungan Menoreh tersebut.
Anto selalu ikut dalam kegiatan yang dilaksanakan di MI Ma’arif Plampang. Seperti dalam gambar dokumentasi di atas Anto ikut mengenakan pakaian adat Jawa gagrak Ngayogyokarto Hadiningrat berpose bersama-sama dengan siswa siswi MI Ma’arif Plampang. Di Yogyakarta pakaian adat tersebut wajib dikenakan setiap Kamis Pahing di setiap madrasah dan sekolah.
Anto sangat menikmati awal-awal masa tugasnya sebagai relawan di MI Ma’arif Plampang. Selain di madrasah Anto juga ikut serta dalam kegiatan Diniah yang dilaksanakan pada sore hari di Mushola Darussalam Dusun Plampang 3. Anto ikut membantu mengajar ngaji anak-anak yang sebagian besar juga merupakan siswa MI Ma’arif Plampang.
Yogyakarta, 6 Desember 2021
Wuryanti





