Sang Relawan 2#

Karir181 Dilihat

Sungguh mulia perjuangan sang relawan ini di MI Ma’arif Plampang, Yogyakarta. Dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada di Madrasah yang berada di wilayah Kulon Progo Yogyakarta yang berada di puncak Pegunungan Menoreh, Anto berusaha berjuang untuk membawa anak didiknya agar lebih maju. Cat tembok yang mulai memudar ,papan tulis yang sudah mulai rusak, juga ruang kelas ukuran 6 x 8 meter yang harus dibagi menjadi dua kelas sehingga setiaop kelasnya hanya berukuran 4 x 6 meter. Namun semua keterbatasan fasilitas madrasah tersebut tidak menyurutkan niat Anto untuk memajukan MI Ma’arif Plampang.

Kerap kali Anto harus mengepel lantai yang pada musim hujan kotor oleh tanah basah dari sepatu anak-anak karena dari rumah jalan kaki saat hujan. Tidak ada jalan mulus beraspal dari rumah siswa sampai ke madrasah, hanya jalan aspal yang sudah mulai rusak yang menimbulkan banyak genangan air di jalan. Bahkan ada beberapa siswa yang harus berjalan kaki melalui jalan tanah dan bebatuan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, bahkan sepeda motor sekalipun.

Pertama kali melihat ada siswa-siswa yang tidak mengenakan sepatu ke sekolah akan tetapi mengenakan sandal, Anto merasa heran. Madrasah mengambil kebijakan bagi siswa yang memakai sandal ke madrasah tidak boleh dibawa masuk ke dalam kelas, namun ditaruh di depan kelas untuk membiasakan disiplin dalam lingkungan madrasah, agar siswa tahu bahwa sekolah harus memakai sepatu bukan sandal. Ada beberapa siswa yang ke madrasah memakai sandal karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang tata tertib madrasah.

 

Yogyakarta, 7 Desember 2021

Wuryanti

Tinggalkan Balasan