Sang Relawan 3#

Karir262 Dilihat

Walaupun belajar dilaksanakan di kelas sempit karena satu ruangan harus dibagi menjadi dua kelas dengan pembatas papan tripleks, akan tetapi siswa siswi MI Ma’arif Plampang Kulon Progo Yogyakarta belajar dengan semangat membara. Keterbatasan fasilitas madrasah menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk memilih metode yang paling tepat dalam pembelajaran. Begitu pula Anto sang relawan tentu saja berusaha keras dengan kemampuan yang dimilikinya untyk memajukan MI Ma’arif Plampang.

Anto bersama-sama anak-anak MI kelas dua waktu itu selalu membawa suasana bahagia bagi anak didiknya. Anak-anak terlihat begitu bersemangat ketika diajar oleh Anto, karena menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Anto selalu menyelipkan permainan dalam setiap menyampaikan materi kepada anak-anak sehingga mereka tidak bosan di dalam kelas. Cara ini saya rasa perlu dicontoh oleh guru-guru yang lain agar anak tidak bosan dalam belajar di kelas.

Di MI Ma’arif Plampang Anto diberi tugas untuk mengajar mata pelajaran Matematika bagi kelas atas, namun terkadang juga menggantikan bapak ibu guru yang  lain jika sedang ada tugas luar. Suatu saat pada jam pelajaran olahraga Anto menggantikan guru lain yang sedang ada tugas luar. Dengan sangat enerjik Anto mengajar anak-anak olahrag bulutangkis di halaman belakang madrasah. Tentu saja anak-anak sangat senang belajar bulutangkis bersama Pak Anto. Mereka senang dapat belajar di luar kelas bersama Pak Anto, tidak hanya saat di dalam kelas saja. Anak-anak merasa lebih senang karena lebih dapat mengekspresikan dirinya ketika belajar di luar kelas. Setelah capek bermain bulutangkis Anto mengajak anak-anak duduk sambil berdiskusi.

Itulah cara-cara unik yang sering diterapkan Anto dalam pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang selalu dapat membuat para siswa lebih antusias dalam belajar.

Yogyakarta, 10 Desember 2021

Wuryanti

Tinggalkan Balasan