Dulu pada generasi baby boomers sekitar tahun 1960-1980 Budi Pekerti masih masuk dalam kurikulum pendidikan formal Sepertinya paska generasi ini Budi Pekerti mulai dikeluarkan dari kurikulum pendidikan formal di sekolah.
Masih untung bila orang tua secara informal masih sempat mengajarkan Budi Pekerti pada anak-anaknya. Karena tuntutan ekonomi, ayah dan Ibu terpaksa harus bekerja mencari nafkah, akibatnya setibanya di rumah mereka sudah lelah dan tidak sempat lagi mengajarkan sesuatu kepada anak-anaknya. Justru anak yang diasuh oleh nenek atau kakeknya yang lebih beruntung, karena kakek dan nenek Masih sempat mengajarkan Budi Pekerti.
Akibat dari tidak mendapat pelajaran Budi Pekerti, anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang tidak memiliki Etika, seperti tidak mengenal sopan santun, tidak hormat pada orang lain, terutama yang lebih tua, tidak pemaaf, tidak mengenal budaya antre dan sebagainya.
Dalam keseharian kita sering melihat seorang anak yang pandai tetapi tidak beretika sehingga berani melawan orang tuanya atau dosen / gurunya.
Disinilah pentingnya pelajaran Budi Pekerti, anak harus dididik secara informal agar seimbang antara hasil pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai budaya yang luhur.
Karena Budi Pekerti sudah tidak terdapat pada kurikulum pendidikan formal, sudah sepatutnya orang tua mencari waktu untuk mengajarkan Budi Pekerti kepada anak-anaknya. Orang tua yang sibuk wajib mencari waktu yang tepat sebagai quality time untuk mengajarkan Budi Pekerti pada anak-anaknya.
Repotnya, tidak semua orang tua pernah mendapatkan pendidikan Budi Pekerti, sehingga orang tua harus rajin mencari referensi sebagai acuan untuk mengajarkan pada anak-anaknya. Orang tua dapat mencari buku cetak, e-book maupun artikel yang ada di internet untuk menjadi bahan referensi guna sanggup mengajarkan Budi Pekerti pada anak-anaknya.
Setelah pendidikan Budi Pekerti diajarkan, orang tua juga harus senantiasa memperhatikan agar apa yang diajarkan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bila pendidikan Budi Pekerti tidak diaplikasikan, anak tetap tidak memiliki etika yang benar.









