10. Hormat

KMAB661 Dilihat

 

Dalam pergaulan tingkat RT hingga tingkat nasional, kita harus menunjukkan sikap menghormati orang lain. Bila kita juga ingin dihormati. Sudah lazim, bila staff atau anak buah atau bawahan menghormati pimpinan, atau atasan karena masalah strata atau kepangkatan. Namun sebaiknya seorang atasan juga harus menghormati bawahannya.

Dapatkah kita bayangkan, bila kita tidak menghormati bawahan kita, lalu tiba,-tiba bawahan kita mogok kerja? Berapa berantakan kinerja kita, kita hanya dapat mengeluarkan Surat Peringatan Kerja (SPK) berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan. Yang paling ekstreem, melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap bawahan tersebut. Namun betapa kita dibuat pusing, misal tanpa office boy, ruang tempat kerja kita akan tidak nyaman dan bersih, kita sulit mendapatkan makan siang dari sekitar tempat kerja, atau Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah, isteri harus sibuk memasak padahal pagi hingga sore masih bekerja, membersihkan rumah, mencuci, dan lain-lain, dengan sopir juga kita tidak dapat mempelajari dokumen saat pergi / pulang ke / dari tempat kerja, berkutat dengan kemacetan. Intinya, kehidupan kita akan menjadi kurang nyaman.

Itulah sebabnya kita harus selalu menghormati mereka, meski status mereka adalah bawahan atau karyawan kita.

Sikap hormat kepada orang-orang bawahan atau karyawan kita juga wajib dilakukan oleh suami / isteri kita dan anak-anak kita.

Sikap hormat diantara anggota keluarga juga sangat penting. Meski Bapak yang berstatus pencari kerja, Ibu hanya menjadi Ibu rumah tangga saja di rumah. Keduanya ternyata sama-sama bekerja. Jadi Bapak wajib menghormati Ibu dan sebaliknya Ibu menghormati Bapak.

Janganlah Bapak bersikap sewenang-wenang sebagai kepala keluarga, juga Ibu tidak boleh sering mengomel akibat harga-harga naik dan uang belanja tidak kunjung naik. Bila antara Bapak dan Ibu saling menghormati, dipastikan akan terbentuk keluarga yang bahagia.

Demikian pula hubungan antara orang tua dan anak-anak. Harus terjadi sikap saling menghormati. Orang tua boleh memberi hukuman kepada anak bila bersalah, tetapi hukuman itu yang layak hingga tidak menyinggung harga diri si anak. Sebaliknya si anak juga wajib selalu menghormati orang tuanya meski pernah khilaf, dan tidak boleh bersikap menentang apalagi kurang ajar terhadap orang tua.

Sikap hormat juga wajib diterapkan, bila ada penghuni rumah yang lain, misal kakek – nenek, paman – bibi (saudara Bapak / Ibu, atau anak pungut). Harus saling menghormati agar kehidupan rumah tangga selalu harmonis.

Keharmonisan dalam rumah tangga juga perlu ditularkan ke lingkungan terdekat, yaitu tetangga dan teman. Hormatilah tetangga dan teman kita meski secara ekonomi kalah dengan kita. Perlakuan hormat kepada tetangga dan teman yang lebih kaya, miskin, pintar, bodoh harus sama, agar tetangga dan teman juga menghormati kita.

Hubungan bertetangga dan pertemanan yang baik akan membentuk komunitas yang baik pula. Hal ini akan terbawa ke dalam hubungan masyarakat seperti di tempat kerja, di perkumpulan, kuliah / sekolah/ kursus / seminar, sehingga terbentuklah masyarakat yang berBudi Pekerti. Suatu negara yang rakyatnya memiliki Budi Pekerti dipastikan akan menjadi negara yang adil dan bermartabat.

Salah satu sikap paling penting adalah sikap saling menghormati antara umat beragama berbeda. Sebagai manusia beriman, hendaknya manusia memegang prinsip agamaku agamaku, agamamu agamamu. Jangan nemperdebatkan agama dan jangan saling mempengaruhi, agar terjadi iklim toleransi dan saling menghormati. Karena iman itu bersifat pribadi (antara manusia dengan Tuhan) dan tidak patut diperdebatkan.

Sikap ini harus dibawa hingga ke level hubungan internasional atau antar negara, hingga terbentuklah kehidupan bernegara yang saling menghormati satu sama lain. Dengan adanya sikap hormat, hampir dipastikan segala bentuk penjajahan akan sirna di muka bumi ini.

no

Tinggalkan Balasan