
Selamat pagi sobat,
Hari ini, tanggal 23 Juli 2022 merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang ke-49.
KNPI yang merupakan wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) seluruh Indonesia, didirikan pada tanggal 23 Juli 1973 lewat Deklarasi Pemuda oleh Kelompok Cipayung (Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)).
Selain sebagai wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), dalam perkembangan selanjutnya KNPI menjelma menjadi “kawah candradimuka”nya pemuda Indonesia untuk menjadi kader kader bangsa yang dipercaya duduk di eksekutif (Pemerintahan) maupun di legislatif (DPR/MPR). Bahkan setelah Indonesia memasuki era Reformasi banyak alumni dari kepengurusan KNPI dipercaya menjadi Menteri, Anggota DPR, Anggota DPD, Gubernur, Bupati dan Walikota.
Di Organisasi KNPI ini saya pernah dipercaya sebagai pengurus DPP (Dewan Pengurus Pusat) KNPI selama tiga periode (1990-1993, 1993-1996 dan 1996-1999).
Pertama kali saya dipercaya menjadi pengurus DPP KNPI adalah dalam Kongres Pemuda/KNPI tahun 1990 sebagai Ketua Departemen Lingkungan Hidup. Saat itu yang terpilih menjadi Ketua Umum DPP KNPI adalah Tjahjo Kumolo (alm) yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPR/MPR RI (mantan Sekjen PDI Perjuangan, mantan Anggota DPR, mantan Menteri Dalam Negeri dan mantan Menteri PAN RB). Kemudian yang terpilih sebagai Sekjen DPP KNPI adalah Bambang Sumedi (alm) yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPR/MPR RI.
Di kepengurusan periode 1990-1993, saya mulai belajar banyak tentang perpolitikan nasional, belajar seluk beluk berorganisasi dan menjalin silaturahmi dengan dengan banyak kader pemuda OKP yang jam terbangnya jauh lebih lama daripada saya.
Belum genap dua bulan saya duduk di kepengurusan DPP KNPI, Mas Tjahjo – demikian saya menyapa Ketua Umum DPP KNPI Tjahjo Kumolo – memberi kepercayaan kepada saya sebagai salah satu dari lima Anggota Panitia Nasional yang saat itu diketuai oleh Sekjen mas Bambang Sumedi untuk melaksanakan Rapat Kerja Nasional KNPI (Rakernas KNPI) pada bulan Februari 1991 di Bandar Lampung.
Setelah itu, mas Tjahjo menunjuk saya sebagai panitia dalam pertemuan Pemuda Asia Tenggara yang berlangsung di Hotel Kartika Candra Jakarta. Sebagai panitia yang bertanggung jawab dalam bidany acara, benar benar menjadi pengalaman pertama bagi saya dalam acara internasional. Syukurlah saya dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan lancar.
Saat terjadi kepengurusan baru dari Organisasi Pemuda Asia Tenggara atau yang dikenal dengan sebutan COMMITTEE FOR ASEAN YOUTH COOPERATION (CAYC), mas Tjahjo menunjuk saya sebagai pengurus Biro.
Yang tak bisa saya lupakan adalah ketika mas Tjahjo menunjuk saya untuk ikut dalam pertukaran Pemuda Indonesia – Jepang (JICA) pada bulan Agustus 1992 hingga bulam September 1992. Saya bersama pengurus DPP KNPI lainnya yakni mas Mujib Rohmat, bang Ramli HM Yusuf (alm) dan Lesmanasari RH mengunjungi berbagai kota di negara Jepang untuk menjalin persahabatan dengan para pemuda di negeri Sakura tersebut. Sebuah pengalaman yang cukup berharga bagi saya pada saat itu.
Selain itu, mas Tjahjo menunjuk saya mewakili DPP KNPI sebagai Ketua Harian dalam panitia Penataran Kewaspadaan Nasional Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara bersama oleh DPP KNPI, Kantor Menpora, Lemhanas dan Bakostranas. Penataran ini berlangsung selama dua minggu dan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan Juni dan bulan November.
Kemudian mas Tjahjo juga menunjuk saya mewakili DPP KNPI sebagai Ketua Harian dalam panitia Penataran Bela Negara Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara bersama oleh DPP KNPI, Kantor Menpora dan Departemen HANKAM. Penataran ini berlangsung selama satu bulan dan diadakan satu kali dalam satu tahun yaitu di bulan Oktober.
Mas Tjahjo kerap melibatkan saya sebagai panitia dalam berbagai kegiatan dari program program yang dilaksanakan DPP KNPI.
Saya sangat beruntung mendapat kepercayaan begitu besar dari mas Tjahjo selaku Ketua Umum DPP KNPI pada saat itu sehingga saya dapat terus belajar dan belajar dalam berorganisasi.
Itulah sepenggal kenangan saat kali pertama saya menjadi pengurus KNPI yang ketika itu saya masih berusia 29 tahun.
Mas Tjahjo pada hari Jum’at, tanggal 1 Juli 2022 jam 11.10 WIB telah meninggal dunia karena sakit. Begitu banyak kenangan bersama mas Tjahjo terutama saat membantu beliau di kepengurusan DPP KNPI periode 1990-1993.
Innalillahi wainna ilaihi rojiiun ..
Semoga mas Tjahjo husnul khotimah ..
DIRGAHAYU KNPI ..
Sobat, saatnya saya undur diri.
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 23 Juli 2022



