
Pagi hening, menuntun hatiku bening,
Pikirku wening, menyimak semesta dalam hening,
Pandanganku terpana,pada burung kecil yang sering berkelana
Riang ria, mematuk sisa makanan yang ada…
Perhatianku mulai menukik, mengulik keberadaannya
Mungil, lincah, suaranya kecil, renyah
Nyanyiannya seperti bocah
Potongan bodynya mungil termeterai berkah
Apakah dia punya hati sebongkah besar untuk melewati masa yang susah?
Apakah dia beriman kuat, dan ber hidup pasrah?
Kaum burung dalam Kitab Suci, merupakan contoh kepuasan
Kebebasan bergerak dan menikmati keluasan angkasa
Dari tempat satu ke ujung lain mengikuti selera….
Oh nikmatnya dia
Bepergian tanpa biaya
Mendapat rejeki tanpa bekerja
Tinggal disarang,berumah di mana saja tanpa menyewa.
Di sayang dan dilindungi Bapa di Surga….
Aku terkesima,
mendapat pelajaran dari burung kecil yang ceria
apakah hatiku seluas kisahnya?
Paling tidak pikiranku terbang bebas seperti dia
Menikmati alam indah yang pernah kujumpa
Menginspirasi untaian diksi dan kata untuk memuja,
Pada Sang Paduka yang senantiasa mencurahkan cinta.
Oleh : Sr. Maria Monika SND
Hari Ke 15 , 21 Juli 2022 YPTD, Program KMAB ,








