Setiap manusia ber Budi Pekerti harus memiliki daya saing. Dalam menjalani kehidupan tidak boleh loyo, harus selalu bersemangat, baik menjadi karyawan maupun berwiraswata.
Ketika berwiraswasta memiliki ide-ide dan kreativitas original sehingga dapat selalu memiliki nilai lebih dibanding pesaing yang ada. Ketika menjadi karyawan harus memiliki daya pikir yang out of the box, tidak hanya mengikuti tupoksi yang diberikan saja.
Dalam menjalani kehidupan harus siap bersaing. Melalui ide-ide baru yang kreatif, sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan usaha yang sama yang dilakukan orang lain.
Memiliki daya saing artinya, tidak monoton, tetapi mau berpikir positif sehingga mendapatkan ide-ide brilian yang dapat mengungguli orang lain.
Daya saing ini harus bersifat positif, jadi jangan bersaing secara curang. Trik yang dilakukan hendaknya tidak membuat celaka orang lain. Contoh dalam bersaing memasarkan produk tidak menjelek-jelekkan produk orang lain, tetapi justru mencari kelebihan produk sendiri untuk ditonjolkan.
Memiliki daya saing juga berlaku saat menempuh pendidikan. Seorang mahasiswa atau siswa harus mampu bersaing agar mendapatkan nilai yang tinggi secara sportif, artinya tidak mencontek atau melakukan kecurangan lain. Harus sanggup menciptakan kreasi baru guna memperkaya khasanah dunia industri maupun pendidikan dalam penelitian yang dilakukan.
Juga dalam bermasyarakat, bersainglah secara sehat. Misal dalam mengelola RT/RW, ciptakan ide-de baru agar anak muda memiliki kegiatan positif. Mengatur kebersihan lingkungan yang lebih rapi dari lingkungan tetangga, yang diterapkan oleh seluruh warga, sehingga terbentuk komunitas yang sehat dan bersih. Hanya orang-orang kreatiflah yang selalu mau berpikir dengan daya Saing positif. Daya saing yang positif, selalu dapat diterima semua pihak, karena bermanfaat bagi semua orang.









