Catatan Penutup Sekaligus Pembuka Tahun (Teruslah Menulis)

POSTINGAN terakhir saya di blog bersama https://terbitin.id ini adalah Catatan Festival Gurindam Asean yang diposting pada 29 Desember 2022 lalu. Linknya adalah https://terbitin.id/m-rasyid-nur/12/2022/catatan-festival-gurindam-asean/. Setelah itu, tersebab kesibukan tugas-tugas lain dan meneruskan menulis di blog yang saya kelola sendiri, https://tanaikarimun.com/ membuat tulisan-tulisan yang tadinya rutin di sini terkendala.

Tidak masalah terhenti sejenak tapi tidak berhenti selama-lamanya. Catatan singkat ini akan menjadi tulisan penutup tahun (2022) oleh saya di blog kesayangan ini sekaligus menjadi pembuka tahun 2023 yang sudah kita jalani. Terlambat menutup? Sekali lagi saya katakan tidak ada masalah terlambat begini. Juga terlambat dibuka karena saat ini kita sudah berada di hari kesebelas Januari ini? Pun saya anggap tetap tidak ada masalah asal segera memulainya kembali.

Beberapa kejadian yang menjadi pengalaman saya hari Rabu, ini tidak akan saya jadikan bahan tulisan penutup dan pembuka ini. Saya lebih kepada menyadari kekeliruan dalam mengatur irama menulis ini. Bukankah sebaiknya menulis itu secara terus-menerus? Setiap hari, misalnya. Atau kalau perlu dua kali per hari atau lebih. Dengan menulis secara rutin akan menjadikan kita rutin pula membaca atau berusaha memahami keadaan di sekeliling kita. Bukankah bacaan atau pemahaman itu adalah bahan pokok untuk dipakai menjadi bahan tulisan? Maka tetaplah perlu menulis setiap waktu secara konsisten.

Karena saya berkategori tidak konsisten, paling tidak di blog ini maka saya wajib menyadari. Ini cara yang salah jika benar-benar ingin menjadi praktisi literasi. Apalagi jika ingin sedikit naik ke peringkat sebagai penggerak literasi. Itu perlu modal yang lebih lagi. Saya sendiri, tiga tahun lalu sudah diberi piagam oleh salah satu komunitas (skala Nasional) literasi sebagai penggerak literasi daerah. Bukankah itu sebuah beban?

Saya pastikan bahwa saya tidak akan dan tidak ingin disebut sebagai penyuka literasi yang malas bergerak rutin di ranah literasi. Jangan. Karena sesungguhnya saya masih terus menulis, minimal setiap hari. Moto literasi “Caintaku Literasi, Kumenulis Setiap Hari” benar-benar saya buktikan. Hanya saja, belum mampu pada semua blog yang saya ikuti. Untuk salah satu blog, saya apstikan kalau saya sudah menulis setiap hari.

Mungkin begitu saja catatan penutup dan pembuka tahun kali ini. Saya berjanji pada diri sendiri bahwa catatan ini akan menjadi tonggak bahwa mulai dari tonggak ini saya tidak lagi mau teledor mengatur irama menulis ini. Akan saya usahakan konsistensi saya dalam menulis di sini akan terbukti. Terima kasih.***

Tinggalkan Balasan