Kreativitas yang Tidak Dapat Digantikan oleh AI (Artificial Intelligence)

Edukasi593 Dilihat

Kreativitas yang Tidak Dapat Digantikan oleh AI (Artificial Intelligence)

Artificial Intelligence (AI) atau kecedasan buatan yang ditanamkan pada suatu perangkat lunak,  sedang marak di dunia digital. Banyak situs bahkan aplikasi yang sudahmenerapkan sitem AI pada perangkat lnak mereka.

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, sifatnya kompleks. AI menggunakan campuran yang sangat rumit dari ilmu komputer, matematika dan ilmu komplekslainnya. Pemrograman yang kompleks tersebut membantu mesin-mesin AI mereplikasi kemampuan kognitif manusia.

Beberapa diantara kita merasa dikemudian hari AI ini akan mengancam keberadaan beberapa profesi. Apakah benar akan seperti itu?

Kemampuan kognitif, yang dimiliki AI sejauh yang saya pahami, tidak akan dapat menyetuh sisi evaluasi, dan kreatifitas yang dimiliki manusia. Tingkat kognitif berdasarkan Taksonomi yang dikemukan oleh Bloom, pada  3 bagian bawah taksonomi dapat dikatagorikan sebagai Lower Order Thinking Skills (LOTS), yang merupakan sebuah kemampuan berpikir manusiasecara fungsional. LOTS pada dasarnya mengacu pada metode atau sistem pembelajaran. Bisa juga disebut sebagai teknik pembelajaran manusia. Bagian ini sudah dapat ambil alih fungsinya oleh AI, namun 3 bagian atas taksonomi yang dikategorikan sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi. HOTS menuntut seseorang untuk berpikir secara kritis dan mendalam sehingga baru bisa memahami materi pembelajaran. Pada bagian ni tidak sepenuhnya dapat dilakukan oleh AI.

Ketika saya mencoba menggunakan salah satu AI yang sedang banyak dibicarakan, yaitu chat GPT dan bertanya apakeungglan menggunakan AI, maka jawabannya dalah sebagai berikut :

AI atau kecerdasan buatan memiliki beberapa keunggulan dalam pengerjaan tugas dibandingkan dengan manusia, diantaranya:

1. Kecepatan dan Efisiensi: AI dapat menyelesaikan tugas dengan sangat cepat dan efisien, bahkan dalam jumlah yang besar. Hal ini karena AI dapat memproses data dengan sangat cepat dan mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat.

2. Ketepatan: AI dapat menghasilkan hasil yang akurat dan konsisten dalam menjalankan tugas. Hal ini dikarenakan AI dapat diprogram untuk melakukan tugas yang sama dengan cara yang sama setiap kali, tanpa ada faktor manusia yang mempengaruhi.

3. Kapasitas: AI dapat menangani data dan informasi dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks. Hal ini dapat membantu dalam analisis data, pengambilan keputusan, dan tugas-tugas lain yang memerlukan penanganan data yang besar.

4. Ketersediaan: AI dapat bekerja selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa perlu istirahat. Hal ini sangat berguna dalam tugas-tugas yang memerlukan pemrosesan data secara terus-menerus.

5. Pembelajaran: AI dapat belajar dari data yang tersedia dan meningkatkan kinerjanya seiring waktu. Dengan adanya pembelajaran mesin, AI dapat mengidentifikasi pola dan tren dalam data dan meningkatkan kemampuannya dalam melakukan tugas-tugas tertentu.

Meskipun AI ini dapat menjangkau beberapa bagian dari HOTS, namun tetap belum dapat menggantikan sepenuhnya. Dan juga tidak dapat menggantikan seni berkomunikasi dengan manusia yang memiliki sisi emosi. Sedangkan Ai sendiri dirancang dengan  daya analisis dan logika yang sudah sesuai prosedur dan berdasarkan data yang tersedia. Sedangkan manusia dapat merespon dengan apa yang menjadi kehendak bebasnya. Dan jika kita menayakan sesuatu yang tidak tersedia di bank data, maka AI pun akan kesulitan untuk menampilkan hasil penggolahann data untuk menjawab permasalahan yang kita berikan.

sumber :

Tinggalkan Balasan