Netraku nanar menatap wadah penyimpan beras, hanya tinggal dua cup saja berarti tidak sampai sekilo. Rasa nyeri mendadak menyerang dadaku, masih ada sepekan sebelum uang lelah bekerja aku terima.
Kasbon rasanya juga tidak memungkinkan sudah terlalu sering meminjam tentu ocehan yang mengusik hati malah membuatku tak sanggup untuk menelan makanan yang dibeli dari uang yang menyakitkan hati.
Sudut netraku memanans, menuangkan beras kedalam periuk untuk dibersihkan dan menanaknya.
Untuk lauk masih seperti dua hari berturut – turut, untung ada ayam yang menjadi peliharaan kami sehingga telurnya bisa dijadikan lauk.
Untuk sayur aku cukup mengambil buah betik alias papaya yang ada di belakang rumah untuk dibening.
Terpikirkan olehku untuk menjual ayam yang beberapa ekor menjadi peliharaan dan sangat berguna jika di akhir bulan begini.
Senyumku terbit, ya aku akan menjual dua ekor untuk membeli beras semua terasa indah jika ada solusi untuk kesulitan hidup yang dialami.
Selesai memasak aku akan menangkap dua ekor ayam untuk diantar ke pasar, langkahku ringan menuju belakang rumah.
Rasanya aku belum membuka kadang ayam, tetapi kenapa pintu kandang terbuka aku berlari kecil untuk mendekati kandang ayam, ya Allah hanya tinggal 3 ekor saja ayamku, kenapa yang empat lagi pergi.
Beberapa telur yang seharusny menjadi calo anaknyapun berjatuhna dari reban ayam, menetes airmataku melihat nasib kandang ayamku.
Pikiranku kacau, jika aku menjual ayamku maka tidak ada lagi untuk diternak tapi jika tidak dijual bagaimana dengan beras untuk makan besok.
“Yah.” Air mataku menetes deras ketika sentuhan lembut di pundakku.
“Bang ayam kita dicuri orang.” Aku mengadu kepada suamiku.
“Bukan rezeki kita, ikhlas pasti ada ganti yang lebih baik lagi.
Akmal Bin Roslan, sosok lelaki yang sudah menemani hidupku selama lima tahun ini, selalu berpikiran positip atas semua yang kami hadapi, kadang aku malu jika harus berkeluh kesah di depannya.
“Ini untuk Aliyah.” Aku melihat sejumlah uang di sodorkannya kepadaku.
“Ada rezeki dari orang budiman.” Senyum Bang Akmal menyejukkan hatiku.(Bersambung)







