Warna Pelangi Terpancar Indah Dari Batu Labrador Rainbow

Gaya Hidup1146 Dilihat

Pertama kali saya melihat batu Labrador adalah ketika kawan saya memakai sebagai batu cincin.

Saat itu di tahun 2015 ketika batu akik tengah booming di Indonesia dan harga sebuah cincin batu akik terbilang cukup mahal apalagi batu akik yang berkategori ber”kelas” akan bernilai jual sangat sangat mahal.

Saat pasar batu akik mulai meredup justru saya mulai menggemari batu akik. Satu persatu batu akik dari berbagai daerah di Indonesia telah menjadi koleksi saya. Dan saya terus berburu batu batu akik terutama dari daerah daerah yang mempunyai batu akik yang unik.

Salah satu batu akik yang menurut saya unik adalah batu Labrador Rainbow atau Labrador Pelangi yang berasal dari daerah Papua.

Pada tanggal 7 Maret 2017, saya membeli bongkahan batu Labrador Rainbow dari lapak online langganan saya yang berada di kota Bogor. Ketika pesanan bongkahan batu Labrador saya terima, saya melihat bongkahan batu Labrador Rainbow tersebut memancarkan cahaya berwarna warni bak pelangi. Sungguh indah ciptaan Tuhan, Subhanallah ..

Tak lama kemudian saya bawa bongkahan batu Labrador Rainbow ke pembuatan batu cincin di Pasar Segar Depok.

Bongkahan batu Labrador Rainbow yang tidak terlalu besar oleh Edo, pengrajin pembuatan batu cincin lantas dibuatkan sebuah batu cincin yang berdimensi 23 mm x 15 mm.
Masih di tahun 2017, saya kembali mendapatkan bongkahan batu Labrador Rainbow dari seorang pelapak online langganan saya secara gratis alias sebagai bonus. Bongkahan batu Labrador Rainbow kali cukup besar nyaris sebesar kepalan tangan saya.

Di tahun 2018, saya membawa bongkahan batu Labrador Rainbow yang cukup besar tersebut ke pembuatan batu cincin di Pasar Segar Depok. Kali ini, Dedi yang mengerjakan bongkahan batu Labrador Rainbow karena langganan saya yang biasa yaitu Edo, tidak lagi bekerja sebagai pengrajin batu cincin.

Sebelum diGOSPOL, Dedi harus mencari sisi bongkahan batu Labrador Rainbow yang mengeluarkan sinar atau cahaya seperti pelangi dan Dedi juga mengatakan bahwa batu cincin yang dibuatnya agak datar tidak mumbul agar pergerakan cahaya seperti pelangi akan terlihat semakin indah dilihat.

Dedi butuh waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan sebuah batu cincin Labrador Rainbow yang berdimensi 23 mm x 15 mm. Batu cincin Labrador Rainbow yang baru jadi terlihat cahaya pelangi yang bergerak gerak saat batu cincin tetsebut saya gerakkan. Luar biasa indahnya ..

Kemudian pada tanggal 29 Juli 2019, saya membeli masih di lapak online langganan saya yang berada di kota Bogor yaitu bongkahan batu Labrador White Silver yang juga berasal dari tanah Papua. Batu Labrador White Silver ini akan memancarkan klep atau cahaya white silver bila terkena sinar dan batu tersebut kita gerak gerakkan.

Bongkahan batu Labrador White Silver tersebut kemudian saya bawa ke tempat pembuatan batu cincin di Pasar Segar Depok. Dedi sang pengrajin yang sudah menjadi langganan saya membuatkan dua buah batu cincin sekaligus, satu buah batu cincin berdimensi 25 mm x 18 mm dan satu buah lainnya berdimensi 20 mm x 15 mm.

Menurut cerita yang saya baca bahwa batu Labrador dikenal sebagai salah satu batu yang awalnya banyak ditemukan di semenanjung Labrador di Negara Kanada, oleh karenanya batu ini dinamakan batu Labrador merujuk pada tempat ditemukannya batuan jenis ini.

Sebenarnya keberadaan batu Labrador selain di Kanada juga dapat ditemukan di beberapa belahan dunia lain, seperti di Mexico, Finland, Madagascar, Australia dan Papua (Indonesia).

Batu Labrador juga memiliki beberapa jenis. Ada batu Labrador yang memiliki komposisi warna yang didominasi warna biru yang mengkilap mirip hologram. Ada juga batu Labrador yang mempunyai komposisi warna seperti warna pelangi sehingga jika terkena sinar atau cahaya akan membiaskan warna yang indah seperti warna pelang. Batu Labrador jenis ini disebut sebagai batu Labrador Rainbow Feldspar.

Ada juga jenis lain dari batu Labrador yaitu batu Labrador yang memancarkan bias cahaya putih perak.

Pancaran warna yang unik tersebut dikarenakan batu Labrador memiliki rumus kimia (Ca,Na)(Al,Si)4O8. Karena komposisi tersebut maka batu ini memiliki efek optik “Labradorescence” atau permainan warna. Dengan spektrum dan permainan warna yang menarik maka sering muncul warna kemilau biru, atau warna-warni pelangi. Hal tersebut diakibatkan oleh fenomena difraksi cahaya dari dalam lapisan batu. Selain itu batu ini juga bisa menunjukkan efek “Adularescence”, yaitu cahaya putih kebiru-biruan yang terlihat berasal dari bawah permukaan batu.

Disamping itu jenis batu Labrador Rainbow mempunyai motif seperti retakan (crack) di dalam tekstur batu, karena sekilas terlihat ada retakan pada batu, namun sebenarnya hal tersebut bukanlah retakan asli yang ada pada permukaan batu. Sedangkan motif retakan pada batu biasanya cenderung memiliki warna hitam hngga abu-abu dengan kombinasi warna lain seperti hijau atau kuning.

Batu Labrador memiliki tingkat kekerasan 6 – 6,5 skala Mohs. Batu Labradorite dapat dengan mudah tergores oleh benda keras atau batu permata yang lebih keras darinya, sehingga harus diperhatikan cara penyimpanan dan perawatannya.

Selanjutnya cara merawat batu Labrador perlu diperhatikan bahwa batu Labrador memiliki tingkat kekerasan sedang (tidak terlalu keras. Oleh karena itu harus dilakukan langkah langkah sebagai berikut :

Bilas atau cuci secara periodik 1 (satu) minggu sekali dengan air sabun selama 15 menit, setelah itu bilas dengan air bersih dan lap pakai kain kering. Pastikan batu sudah bersih dari sisa-sisa residu sabun dan kotoran.

Hindarkan batu labrador dari benturan, gesekan dan terjatuh baik pada saat dipakai maupun pada saat penyimpanan. Waktu penyimpanan jangan dicampur dengan batu permata lainnya karena bisa tergores karena gesekkan. Cara terbaik menyimpannya adalah dengan membungkus pakai kain yang lembut atau diletakkan di dalam kotak perhiasan yang berlapis kain.

Pada waktu membersihkannya sangat tidak dianjurkan penggunaan air panas, pembersih ultrasonik atau pembersih uap (Steam Cleaner). Karena bisa membuat batu mudah retak.

Ketika dipakai diluar ruangan jangan terlalu lama terkena panas sinar matahari, karena bisa mengakibatkan perubahan warna indahnya.

Sungguh indah memang ciptaan Tuhan ini ..

Subhanallah ..

 

NH

Depok, 23 November 2020

Tinggalkan Balasan