
” Emang babe punya kantor ? ”
Ya punyalah, Kantor Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).
“kantor beneran ? ”
” ya iyalah, masa kantor kantoran ”
“kantor legal ? ”
” tentu dong, ada Legalitas Pendirian YPTD berdasarkan Akteri Notaris dan dikuatkan izin operasional dari Surat Keputusan Kemenkumham Republik Indonesia”
Itulah dialog imajiner antar Pendiri YPTD dengan seorang yang cinta kedamaian namun sedikit cerewet. Dialog merupakan pembukaaan atawa pendahuluan menyambut judul posting malam ini. Ngantor Lagi.
Senin 23 November 2020 awak benar benar bekerja di kantor. Bekerja menyelesaikan Adminstrasi YPTD. Satu set personal computer sebagai alat peralatan kantor. Bekerja aktif di kantor sejak 19 Agustus 2020 ketika pencanangan Program Membantu Para Penulis menerbitkan buku ber ISBN Tanpa Biaya.

Mulai pukul 06.00 Wib pekerjaan dimulai. Agak pagian memang, bersebab kantor YPTD buka 24 jam. Maklum kantor merangkap rumah atau sebaliknya rumah merangkap kantor.
Papan nama kantor YPTD belum dipasang, Sudah dipesan namun masih menunggu saat yang tepat. Papan nama akan dipasang didepan rumah Jalan Bumi Pratama Kelurahan Dukuh Jakarta Timur.
Target menerbitkan buku mencapai 100, boleh dirayakan memasang papan nama itu. Kata sahabat saya
” biar ada nilai sejarah dan tentu agar mudah di ingat ingat” .
Masuk akal.
Pegawai kantor cuma 2 orang. Ini masih sementara sembari merekrut pegawai baru. Pegawai baru akan diberdayakan ketika pekerjaan semakin banyak dan sibuk.
Sementara biarlah kami berdua yaitu Thamrin Dahlan dan Nuryadi menjadi pegawai dengan nomor induk 001 dan 002. Mas Nuryadi bekerja di kantor cabang Tanggerang Selatan . Assetnya sama dengan kantor pusat yaitu PC dan jaringan internet.
Dalam upaya mengembangkan YPTD kami berdua berkunjung ke kantor lain. Itulah kantor Perpustakaan Nasional di Jalan Salemba Raya no 28 A Jakarta Pusat. Sudah lama ingin ke gedung ini namun baru terlaksana Rabu, 19 November 2020.
2 pegawai pejunang literasi bertemu dengan Ibu Tata Kurniati dan Mas Rizki di bagian Deposite Buku Gedung E. Inilah rumahnya buku yang diterbitkan YPTD dan penerbit lainnya. Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2018 kewajiban Penerbit menyerahkan 2 exp setiap judul buku.
Pekerjaan kantor kami sebenarnya sederhana sekali, Santai tetapi serius bersebab menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya sudah terjadwal. Mulai dari menyampaikan informasi, melayani para penulis, mengusulkan ISBN sampai mencetak buku. Setelah itu mengirm Master buku ke alamat Penulis.

Belum lagi menyiapkan Webinar by zoom Bedah Buku setiap 2 pekan sekali. Repot sih repot tetapi bersebab niat mewakafkan diri sepenuhnya untuk Literasi Indonesia, Alhamdulillah kami happy happy saja.
Nah kembali ke kantor YPTD dan karyawan. Adakah pegawai menerima gaji bulanan. ? Tentu ada, tetapi cukup jadi rahasia kami berdua. Justru saat seperti ini kami lebih banyak kami “menabung” bahkan menyumbang dari kocek sendiri agar operasional YPTD tetap lancar.
Ngantor lagi setelah 10 tahun berkantor di Badan Narkotika Nasional (BNN). Pola kerja kini tentu berbeda, tak ada lagi komandan dan anak buah. Tak ada lagi apel pagi dan tak ada lagi gaji yang berganti dengan uang pensiun bulanan.
Impian? tentu saja ada. Berharap Kantor YPTD berdiri megah seperti Kantor Kompasiana. Itulah cita cita jangka panjang. Tantangan berjuang sekuat tenaga agar bisa dan bisa semakin mampu memberikan pelayanan terbaik untuk para penulis.
Kami berdua banyak berdiskusi bagaimana mengembangkan YPTD secara syariah dalam kandungan nilai nilai kejujuran, transparansi dan akuntabel. Didorong doa kegiatan fastabiqul khaerat semoga mendapat Redha Allah SWT dan Salam Shalawat untuk Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Ngantor lagi. ya disini berbhakti sebagai Ketua Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan. Disamping itu tetap mengerjakan tugas sebagai Kepala Keluarga, Dosen, Penulis, Pengurus P2KP, Dewan Pengawas Rumah Sakit Bhayangkara, Dewan Penasehat Iluni Pasca Sarjana UI , Penasehat Baitullah Masjid Jami An Nur dan Ketua Umum Kaum Petokayo.
Alhamdulillah Kantor itu wujudnya ada. Seperti kata orang di manajemen modern, saat ini kantor tak perlu besar besar yang penting kinerja menghasilkan produktifitas dengan indikator YPTD mampu memberikan rasa kebahagiaan untuk para penulis.
Salam Literasi
BHP, 231120
YPTD









Luar biasa, Pak.
Salut.
Semoga berkah.
Semoga YPTD makin besar dan makin banyak ;lagi membawa kebaikan. Amin.
alhamdulillah kantor YPTD sdh ada, semoga bisa main ke sana