HUT YPTD KOBARKAN SEMANGAT LITERASI NEGERIKU

Edukasi, Humaniora690 Dilihat

SEJARAH LOUNCHING YPTD

Lounching YPTD 19 Agustus 2020

Buku adalah Mahkota seorang penulis. Kalimat motivasi ini pertama kali saya dengar dari Bapak Haji Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. yang merupakan pemilik YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan), saat membawakan materi di kelas belajar menulis yang dibentuk oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau akrab di sapa Om Jay.

YPTD akan memasuki genap satu tahun pada hari Kamis, 19 Agustus 2021. Simak  video lounching YPTD di Coffe Toffee, Margonda Raya Depok, yang dihadiri 15 orang undangan Kompasianer Jabodetabek dan diiringi peluncuran buku ke-30 Pak Haji Thamrin. Simak link video berikut. https://youtu.be/dD8-2XPGztg

Di masa pandemi yang melanda bumi pertiwi, tentu citra literasi semakin berkobar menembus cakrawala dan telah mengukir sebuah asa untuk menumbuhkan budaya baca di Indonesia. YPTD hadir memfasilitasi dunia penerbitan para guru dan juga teman-teman yang lainnya, yang merasa kesulitan biaya pada saat menerbitkan buku.

KILAS BALIK

Saya mengenal beliau saat menjadi moderator kelas belajar menulis Omjay dan PGRI, pada tanggal 19 Oktober 2020, dan memasuki pertemuan ke-7 di kelas belajar menulis gelombang 16. Tak terasa sekarang sudah mencapai 20 gelombang kelas menulis yang Omjay dirikan sejak bulan Januari 2020.

BUKU SOLO KE-3 HASIL LOMBA BLOG DITERBITKAN DI YPTD

Saya sangat terpukau, saat mengetahui beliau  10 tahun menulis konsisten menulis 2.756 konten di Kompasiana, menerbitkan  buku, dan juga seorang publisher berhati mulia yang menerbitkan buku secara gratis. Usut punya usut, Pak Haji Thamrin memanfaatkan momentum 10 tahun berkarya di Kompasiana yang dimulai sejak 19 Agustus 2010, maka dipilihlah tanggal 19 Agustus 2020 sebagai tonggak sejarah lahirnya YPTD dengan surat keputusan Kemenkumham  AHU-0013926 AH 01.12. Tahun 2019, tanggal 29 Juli 2019 dengan alamat Jalan Bumi Pratama VIII Blok A 23 Kel. Dukuh, Jakarta Timur 13550, Telpon 021-87799665 dan email: thamrindahlan@gmail.com. Sejak launching Terbitkan Buku Gratis Ber-ISBN tanggal 19 Agustus 2020 sudah 36 buku diterbitkan YPTD.

 PROGRAM MENULIS YPTD

Program A: Penulis telah mempunyai naskah buku segera  kirim ke email thamrindahlan@gmail.com

Program B: YPTD menerbitkan Buku dari Para Penulis posting di website terbitin.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C: Penulis posting di website YPTD terbitin.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD. Berikut 2 buah contoh buku antologi yang diterbitkan di YPTD.

Sebenarnya tidak ada seleksi hanya diminta Penulis menyesuaikan standard baku  YPTD terkait naskah buku. YPTD menerima Nahkah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com  lengkap dengan Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar. Simak lebih jelasnya pada link berikut https://drive.google.com/file/d/11GQZSWS0aJGSTRAQcqwlrVhTKSjFXfP-/view?usp=sharing

Ketentuan Standard baku Buku terbitan YPTD

  1. Ukuran A5
  2. Font 12
  3. Margin 1.5/1/1/1
  4. Huruf Times News Roman
  5. Spasi 1.5
  6. Ketebalan 150 – 200 Halaman

YPTD MEMBAWA BERKAH

YPTD lahir membawa keberkahan. Banyak guru yang merasa terbantu dengan adanya penerbitan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun telah melahirkan ratusan buku ber-ISBN setelah memfasilitasi lomba ngeblog selama 28 hari tanpa jeda dan tulisannya akan diterbitkan. Maka lahirlah buku ketiga saya yang berjudul Blogger Inspiratif, Kisah 28 hari guru ngeblog di YPTD. Ada juga dua naskah buku antologi saya yang merupakan kumpulan artikel postingan blog. Saat itu  Bapak Ropiyandi yang menjadi kuratornya.

Seiring berjalannya waktu, terjadi pergantian branding Terbitkan Buku Gratis Ber ISBN menjadi Terbitkan Buku Bayar Seikhlasnya. Meskipun telah terjadi perputaran kebijakan yang akan berdampak pada penurunan grafik produktivitas percetakan buku, namun hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penerbit YPTD.

Acara bedah buku dengan menghadirkan pembahas yang memiliki kualitas untuk memberikan masukan dan saran perbaikan dari buku yang sudah diterbitkan sungguh bagus sekali. Diharapkan dengan adanya bedah buku, dari yang tadinya lupa memasukkan daftar isi, atau menulis profil penulis buku, dan hal penting lainnya, bisa direvisi di cetakan kedua sehingga isi bukunya lebih bagus lagi.

Selama ini, YPTD sudah memiliki desainer cover buku yang sudah membuat buku solo ketiga saya jadi nampak memukau. Siapa lagi kalau bukan Bapak Ajinata. Ilmunya dalam bidang desain grafis memang terlihat dari jam terbangnya yang luar biasa.

Tak hanya itu, YPTD juga memiliki editor almarhum Bapak Dian Kelana. Namun, setelah kepergian Bapak Dian Kelana, belum ada tim editor tetap yang membantu mengoreksi naskah penulis. Hal ini tentu menjadi hal penting karena naskah bagus kalau tanda baca dan ketikan banyak typo(salah ketik) kan dibacanya kurang enak dan bisa mengurangi makna tulisan.

Selain mengoreksi tulisan, penulisan nomer halaman juga penting. Biasakan di awal naskah pendukung seperti kalimat persembahan, halaman penerbit, kata sambutan, kata pengantar, prakata, dan daftar isi ditulis dengan huruf romawi, sedangkan materi pokok baru menggunakan angka.

Di beberapa buku yang saya baca hasil penerbit YPTD, penulis dan editor adalah orang yang sama. Hal borongan seperti ini membuat kualitas buku sedikit dipertanyakan dan mengurangi rasa dari sebuah buku.

Jadi ada baiknya editor adalah orang lain dan salah satu spesialis ahli bahasa yang mengerti terkait PUEBI(Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) sehingga buku yang ditulis lebih enak saat dibaca.

Perlu adanya tim layout yang mengecek nomer halaman dan membuat tampilan naskah terkesan lebih elegan. Hal itu bisa menambah “rasa” dari sebuah tulisan.

Selain itu, perlu adanya ebook atau elektronik book (digital book) karena dunia IT semakin canggih dan orang bisa lebih praktis membaca buku cukup dengan membuka gawai. Tinggal klik saja maka buku bisa dibaca dimana saja dan kapan saja. Tidak harus menunggu lama karena menunggu kurir atau jasa antar yang terlambat karena perbedaan jarak dan waktu. Dunia serasa jadi dekat dengan kecanggihan teknologi.

PAHLAWAN LITERASI

Terlepas dari hal itu, saya cukup bangga dan terharu dengan perjuangan dan konsistensi Pak Haji Thamrin. Target memiliki 40 buku menjadi kado terindah saat usianya memasuki genap 70 tahun. YPTD telah membantu para penulis memiliki mahkotanya yaitu menerbitkan buku ber-ISBN sebanyak 233 buku.

Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-76, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2021, YPTD kembali mengadakan lomba blog tentang masukan dan saran untuk meningkatkan  kualitas dan kualitas literasi di Indonesia. Pengumuman pemenang akan di adakan pada Webinar Zoom HUT YPTD yang pertama pada tanggal 19 Agustus 2021. Saya mengikuti lomba blog ini karena termotivasi dengan Pak Haji Thamrin yang terus konsisten  menulis setiap hari meskipun sudah memasuki usia senja. Menulis pantun adalah ciri khas yang melekat dan memikat dalam setiap tulisan Pak Thamrin.

Pak Haji Thamrin telah pantas menjadi pahlawan literasi yang menghabiskan masa purnabakti dengan merintis YPTD yang mulanya biasa saja, bisa menjadi penerbit yang berkualitas dengan menerima masukan dan saran yang membangun, demi terwujudnya  dedikasi yang tinggi terhadap dunia literasi.

Met milad YPTD. Semoga makin sukses dan berkah selalu. Mari aktif menulis hingga terbitkan bukumu. Seperti kata pepatah,

“Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”. – Ali bin Abi Thalib

 

 

 Salam blogger inspiratif

Aam Nurhasanah, S.Pd. 

Mari Berbagi Literasi dan Menginspirasi Negeri

#HUT YPTD 1

#HUT RI 76

#I LOVE YPTD

Tinggalkan Balasan

4 komentar