Sekolah
Karya: Afrianti
Sekolah
Beberapa waktu aku tidak mengunjungimu
Hari ini aku kembali ke pangkuanmu sekolah
Tak usah resah
Atau pun gundah
Aku tidak bermaksud untuk menjauh
Aku juga tidak mengabaikanmu
Tapi
Aku sibuk mengurus dirimu
Yang sedang sakit dan sangat parah
Di hari aku mengikrarkan diri untuk mengurusmu
Ketika selembar surat serah terima di antara kepala sekolah
Kuucap bismillah
Kuawali untuk melangkah
Dan mencoba untuk berbenah
Kulihat seluruh persendianmu patah
Delepan standar resah
Gelisah karena tak terarah
Ingat pertama aku menatapmu
Rasa sedih menggelantung di hati
Terpana aku
Bukan karena molekmu
Tapi kerindangan di sekitarmu
Sejuk memang, tanpa disertai oleh tangan terampil untuk merawatmu
Terlihat kotor dan berantakan
Mobiler patah mengapai langit-langit gudang
Mencengkram setiap sudut ruang
Sebelum aku melihat dengan mata kepalaku
Cerita cinta tentang dirimu
Bagaikan irama melodi yang sangat merdunya
Bersenandung mengiringi irama kalbu
Memaksa diri untuk segera ke sana
Bahagia bisa menjadi pengemban amanah tentangmu
Ingin melihat langsung keadaan sesungguhnya
Tapi cerita berbeda dengan sebenarnya
Apalagi setelah aku berkeliling memutarimu
Jendela transparan tanpa penghalang
Perabung berhamburan
Kloset berpecahan
Dinding bisa digunakan untuk mengintai
Meja kursi berserakan
Terutama di ruang tuan guru
Pilu rasa melihat kondisimu
Seakan di antara ada dan tiada
Aku mencoba membantu membenahi kekuranganmu
Agar banyak mata tidak remeh padamu
Agar dunia usaha percaya kepadamu
Mereka telah berkorban banyak untuk membinamu
Kuawali dari standar sarana prasarana
Usaha Kesehatan Sekolah
Toilet yang kau punya banyak tak berfungsinya
Air kendala utama
Jumlah siswa beban muatannya
Kantin tak sehat jajanannya
Banyak mengandung mecinnya
Standar pembiayaan menjerit kesakitan
Standar pengelolaan tergores
Aku telah berjanji membantumu
Kulirik standar kelulusan
Kucoba melepas kebiasaan
Menerapkan prosedur berdasar ketentuan
Terjadi penurunan
Standar isi dan standar proses berbenturan
Aku mulai fokus pada standar proses
Melakukan perubahan kebiasaan lama ke baru
Standar pendidik dan tenaga kependidikan merasa terluka
Menahan malu rasa
Seakan kerja sia-sia tak tampak hasilnya
Mulai meronta
Sampai juga pada pendekingnya
Aku kembali pada pokoknya
Standar pengelolaan, periksa-periksa
Banyak tak ketemunya
Ketika ditanya lupa letak di mana
Lah, bukanya lengkap semua
Duh duh duh







