Pesanku, Puisi Karya Afrianti

Fiksiana, Puisi385 Dilihat

Pesanku
Karya: Afrianti

Teman dan rekan
Anggap ini pesan
Abaikan bila tidak berkenan
Aku hanya ingin mengatakan
Apa yang sudah aku rasakan
Akibatnya dari sebuah perbuatan
Tangan-tangan yang kurang iman
Memaksa agar aku mengatakan
Memberi tahu dan mengungkap kebenaran

Teman dan rekan
Ketika melaksanakan kewajiban
Ketika diberi kesempatan
Disaat mendapatkan kepercayaan
Seperti sebuah pekerjaan
Apatah lagi jabatan

Ingatlah untuk selalu mengutamakan
Tugas kewajiban dahulukan
Ingatlah itu amanah dari Tuhan
Jangan sampai disia-siakan
Sebelum ada penyesalan
Yang tidak akan bisa diubah kemudian

Jangan pernah berfikir untuk menjatuhkan
Apatah lagi berniat menghancurkan
Karir dan masa depan
Jangan menganggap kekuatan
Sesuatu yang tidak bisa dilumpuhkan
Dengan merebut jangan dikira itu keberuntungan
Mendapat yang diinginkan
Mereka juga ciptaan Tuhan
Sama seperti kamu yang punya jabatan
Jangan biasakan semena-mena karena kekuasaan
Semua hanyalah sebuah titipan

Menjauhlah dari kesombongan
Tak ada manfaatnya berada dalam keangkuhan
Lupakan keserakahan
Sebab tidak punya kebarokahan
Karena hanya berstatus menumpang kehidupan
Di jagat raya milik Tuhan

Teman dan rekan
Semua sama di mata Tuhan
Kecuali tingginya tingkat ketaqwaan
Harta dunia hanya pinjaman
Ketika Tuhan masih mempercayakan
Tak usahlah berebut harta, dan jabatan
Karena semua sudah diatur oleh Tuhan
Siapa yang pantas dan tidak mendapatkan

Belajarlah untuk berbuat kebajikan
Agar ada yang akan dibawa ketika menghadap Tuhan
Berfikirlah sebelum mengucapkan
Renungkan juga akibat dari perbuatan
Jangan asal menetapkan keputusan
Ariflah dalam memilih kebijakan

Setiap ucapan
Menjadi dasar penilaian
Karakter dan penentu kepribadian
Jika dihadapkan pada dua pilihan
Lakukan dengan sholat dalam keraguan
Jangan sesekali melanggar peraturan
Hukum Tuhan tidak bisa dielakkan

Teman dan rekan
Sebelum tidak punya muka dihadapan Tuhan
Berfikir dan renungkan
Mau dikemanakan tuduhan dan fitnahan
Kalau hanya sekedar untuk menghilangkan
Rasa dengki srei seorang rekan
Tak perlu berani ambil resiko dengan fitnahan

Jika Anda bawahan
Taatlah aturan
Laksanakan tugas dengan keikhlasan
Jangan sekali mencoba meruntuhkan kepercayaan
Sekali lancung ujian
Seumur hidup tak akan ada yang percaya
Kerugian akan menjadi hiasan hidupnya

Setiap yang dilakukan
Akan berbalik pada pelakunya
Sekarang atau nanti
Cepat atau lambat
Jangan sampai rasa malu muka melanda
Rasa takut akan kata-kata yang dianiaya
Sampai tak kuasa untuk berhadapan dengannya

Tinggalkan Balasan