BISNIS ITU OLAHRAGA OTAK DAN BUKAN OLAHRAGA HATI
Dulu satu bisnis saya bermasalah. Arus kas terus menunjukkan grafik menurun sementara pengeluaran terus meninggi.
Saya berusaha melakukan perbaikan tapi keuangan makin memburuk.
Tabungan bisnis dan pribadipun berkali kali masuk tapi tetap tak bisa menolong keadaan.Mentor mentor bisnis menyuruh saya untuk segera keluar dari bisnis itu (menutup bisnis).
Saya berusaha bertahan. Saya merasa sayang harus menutup bisnis dan saya merasa mampu memperbaikinya.Kondisi bisnis makin memburuk dan akhirnya terpaksa ditutup dengan kerugian cukup besar.
Saya lupa kaidah penting dalam keuangan bisnis.
*MASALAH BISNIS START UP ADALAH BAGAIMANA MENGALIRKAN UANG DARI LUAR(KONSUMEN) KE DALAM*
sementara
*MASALAH BISNIS BERKEMBANG ADALAH BAGAIMANA MENJAGA UANG KITA JANGAN SAMPAI MENGALIR KELUAR*Itulah mengapa fokus bisnis startup/pemula adalah *menggenjot penjualan. Seluruh kekuatan dan perhatian diarahkan pada bagaimana memasukkan uang kas lewat penjualan.*
(baca: bagaimana membangun perusahaan dari bisnis startup tanpa modal besar)
Sebaliknya, dalam bisnis yang sudah berjalan atau berkembang fokusnya adalah *bagaimana menjaga agar keuangan perusahaan tetap lancar.*
Jika keuangan perusahaan bermasalah karena tagihan tak terbayar, pembayaran rekanan macet, penjualan menurun,korupsi karyawan dan sebab lainnya maka hampir bisa dipastikan uang pribadi pemilik tersedot ke bisnis.
Cash bleeding ini jika dibiarkan maka akan sangat membahayakan kehidupan bisnis/perusahaan.
Nah dalam kasus saya diatas, seharusnya saya sadar jika bisnis sudah memakan diri saya sendiri.
Seharusnya saya berhenti ketika cash bleeding (pendarahan cash/cash berdarah darah) semakin parah dan menggerogoti kantung pribadi saya.
Pelajaran penting ini saya anggap sebagai biaya pendidikan dalam menjalankan bisnis pribadi lainnya dan membantu teman teman pengusaha lain yang meminta saya membantu memperbaiki bisnis mereka.
Pengalaman dan pelajaran penting bahwa bisnis itu olahraga otak dan bukan olahraga hati / emosi.
Ageng Imam Erucakra







