MENGAPA BERUBAH ITU TERASA SUSAH?

Terbaru1046 Dilihat
Semua orang pasti ingin bahagia. Ingin sukses dan kaya. Ingin masuk sorga.
Meraih itu semua tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh banyak ikhtiar terbaik, semangat pantang menyerah, pengorbanan besar, dan terutama keyakinan yang mendalam.
Nah ada situasi unik yang sering kita hadapi ketika kita ingin berubah dan ingin meraih kondisi yang lebih baik. Mengapa semakin keras kita pengen berubah rasanya malah makin malas kita bergerak? Mengapa semakin kuat niat kita ingin berubah semakin takut kita melangkah.
😭😭😭
Siapa yang ngalamin begini?
Diluar faktor teknis umum seperti sakit, sedikitnya ada dua sebab khusus yang tidak kita sadari sering menghalangi kita memperbaiki diri.
*Pertama,* apakah setan rido kehilangan pengikutnya?
Biasanya ketika kita sedang dalam posisi “dibawah” atau sedang terpuruk,kita lebih sering merasa insecure. Emosi kita meninggi. Malas beribadah. Keyakinan kita pada Allah goyang dan melemah.
Bahkan kita berani protes pada Allah mengapa hidup kita terus begini dan begitu. Mengapa Allah tidak menolong kita.
Perasaan jatuh, tak berharga, tak bisa berhasil seringkali menyergap.Kita bingung dan takut memikirkan darimana uang untuk hari ini dan besok hari. Gelisah takut ga bisa makan.
Pendeknya, kita sering dikelilingi oleh kondisi, perasaan, dan fikiran negatif yang menjauhkan kita dari Allah.
Yah, tentu saja kondisi sangat disukai setan. Setan akan melakukan segala macam cara agar kita tetap merasa jatuh, rendah diri, kufur, dan menjauh dari Allah. Jadi semakin kita pengen bertobat semakin kuat setan menghambat.
Contoh kecil aja nih, kita udah bangun jam 2 malam mau tahajud. Tapi kita tidur tiduran lagi. Eeh malah tidur lagi sampe subuh. Itu kerjaan setan. Setan akan lakukan apapun untuk menghalangi kita kembali pada Allah.
Nih ayatnya.
” Iblis menjawab,” karena Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.”
(QS.AL ARAF : 16).
😡😡😡😡
Sedapat mungkin setan iblis akan mengikat kita agar selalu jadi pengikutnya.
Setan takkan membiarkan kita begitu mudah bertobat kembali menjadi hamba Allah.
Kedua, fisioligis tubuh dan fikiran mencegah kita mengalami kepedihan.
Salah satu tugas otak dan fikiran kita adalah melindungi kita dari segala hal yang merugikan dan menyakiti kita.
Otak akan menyuruh kita untuk menjauhi dan menghindari semua hal yang merugikan dan menyakiti.
Hidup.manusia tidak lepas dari takut sakit/merasakan kepedihan dan ingin bahagia/merasakan selamat.
Jadi otak kita akan selalu berusaha kita agar selalu menghindar dari kepedihan dan mengejar kebahagiaan.
Itulah sebabnya kita senang berada di zona nyaman dan sedapat mungkin menghindari segala perubahan yang mengancam zona nyaman itu.
Masalahnya adalah zona nyaman itu tidak selalu positif. Banyak orang yang terjebak rutinitas dan pola monoton dalam kemiskinan dan ironisnya kemiskinan itu menjadi zona nyaman mereka.
Jadi ketika kita ingin berubah dari zona nyaman kehidupan sebelumnya yang menyedihkan,otak akan mencegah kita melakukan perubahan itu.
Mengapa? Karena proses memperbaiki diri, proses perubahan, proses pindah zona akan menyebabkan kepedihan dan ketakutan.
Perubahan itu akan mengganggu kenyamanan kita. Perubahan itu akan menyakiti kita. Perubahan itu akan memaksa kita melakukan tindakan tindakan yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya dan boleh jadi perbuatan itu kita benci.
Kita harus bangun lebih pagi agar bisa shalat malam tapi karena kebiasaan kita tidur sampai subuh maka keinginan itu akan terasa berat.
Harusnya kita lari pagi dua kali seminggu tapi kita malas sekali melakukannya karena sudah tergambar capek nya.
Perubahan itu menakutkan karena kita harus bergerak menuju ke suatu tempat baru yang penuh dengan ujian, ketidakpastian, dan tidak ada jaminan berhasil.
Seperti naik ke puncak gunung yang belum pernah kita daki sebelumnya. Kita tahu betapa indahnya berada di puncak gunung itu, tapi boleh jadi timbul perasaan khawatir tidak menemukan jalan, takut binatang buas, bahaya masuk jurang, tersesat, dan bayangan negatif lainnya yang membuat kita tidak berani melangkah.
Lalu bagaimana dong?
Ketika kita ingin berhijrah memperbaiki diri dan tiba tiba disergap rasa malas atau takut yang kuat,lakukan trik berikut ini:
1.Mintakan pertolongan pada Allah.
Kita tak bisa melihat setan,jadi kita sering terjebak tipudayanya. Sementara setan selalu mengejar kita tanpa kita sadar kita sudah masuk perangkapnya.
Ada permisalan bagus tentang cara melepaskan diri dari gangguan setan. Ibarat setan itu adalah anjing galak yang tidak takut apapun. Anjing galak itu selalu mengejar kita.
Segala cara yang kita lakukan untuk lepas dari serangannya tidak membuatnya lari berhenti. Anjing itu akan terus mengejar kita.
Satu satunya jalan agar anjing itu tidak mengejar adalah meminta tolong pemilik anjing itu agar menjauhkannya dari kita.
2. Miliki alasan kuat untuk mendapatkan kebahagiaan yang mengalahkan rasa takut mengalami kepedihan.
Betul perubahan itu membuat kita takut, khawatir, insecure, dan mengami kepedihan. Ketika perasaan itu menyergap, ingatlah alasan kuat kenapa kita harus berubah dan meraih kebahagiaan.
Bisa jadi alasan kuat itu adalah kita ingin meraih taraf hidup yang lebih baik, ingin anak anak hidup sejahtera, lepas dari kejaran utang, bisa naik haji dan membantu sebanyak mungkin orang, memuliakan orang tua, meraih jabatan lebih tinggi, dan sebagainya.
Alasan kuat meraih memperbaiki diri untuk meraih kebahagiaan yang lebih besar dari rasa takut akan memaksa kita untuk terus bergerak dan melawan ketakutan yang menghambat.
Ada satu trik ringan yang bisa kita lakukan untuk melawan ketakutan itu. Kita bisa gunakan Metode 5 Detik.
Mel Robbin menciptakan sebuah metode unik untuk mendorong diri kita melawan dan lepas dari zona nyaman.
Ketika otak menahan kita melakukan upaya perbaikan yang akan mengancam zona nyaman kita, Mel menganjurkan kita untuk menghitung mundur 5 sampai 1 dan langsung ambil tindakan/action.
Misal pas mau lari siang tapi luar biasa malasnya, tahan nafas saja. Hitung mundur 5 detik. Begitu sampai di angka satu kita langsung loncat bangun dan cari sepatu. Lari!
Atau ketika bangun tidur malam untuk tahajud malas sekali bangun. Lakukan hal yang sama.
Tindakan ini akan mendorong anda untuk segera bertindak dan tidak menunda nunda perbaikan lagi.
Coba kita perhatikan, bukankah Nabi SAW sudah mengajarkan kepada kita, ketika bangun tidur kita disuruh bersyukur dan mengucapkan hamdalah. Lalu dianjurkan duduk sebentar dan berzikir. Lalu segera melompat bangun!!
Aah ternyata Islam sudah dahulu memberi kita solusi. Kitanya aja yang ga mau belajar.
Ayo bangun, belajar, dan bergerak memperbaiki diri.
Percayalah segala kepayahan yang kita alami dalam perjalanan akan sirna begitu melihat keindahan dari ketinggian puncak yang kita tuju sebelumnya.
Semoga bermanfaat.
😇😇😇😇😇
Ageng EruCaXra
Whei Ghou Zhien

Tinggalkan Balasan