Puisi Akrostik

Puisi577 Dilihat

DIARYKU, 2 Februari

Puisi Akrostik Edisi ke – 2 Tema Kehilangan

untuk puisi akrostik kali ini saya membuat kalimat “Kehilangan Seorang Kekasih”. Lewat puisi akrostik kita dapat memaparkan perasaan tentang rasa sedih, dendam, kehilangan.

Kau yang pernah singgah dalam hatiku dan yang selalu mengisi untaian indah cerita kita

Entah angin apa yang membawamu kini  hadir lagi dalam ingatanku, aku benci dengan semua rasa ini

Hanya suaramu yang terdengar  mimpikah ini? ataukah ini yang dinamakan rindu, rasa yang sudah lama  terkubur dalam kotak kenangan berbalut kebencian

Inikah mimpi disiang bolong, mengapa semua terulang kembali? kau membuatku tertegun sendu

Lama  tersimpan kenangan itu dan semakin menghilang bersama putaran waktu

Adakah ini nyata atau hanya lamunan semata bagiku

Nanar tatapanku, kini bagiku semua hanya fatamorgana dan berbalut kelu

Gambaran masa remaja seindah pelangi, untaian puja-puji bak permaisuri

Adakah yang kau rasakan, semua berhenti karena sebuah penghianatan

Nyata di depan mata, kau bermain gila dengannya

Seorang penghianat, tetap penghianat sampai kapan pun

Entah sampai kapan dendam ini kupendam, biarlah sang waktu yang akan menjawabnya

Oooohhhh,,,sungguh menyakitkan jika aku ingat kembali masa itu

Rasa yang telah hilang bak ditelan bumi, di antara gemuruh ombak

Angin apa yang telah membawamu kembali  dengan sejuta kenangan yang sangat menyakitkan

Namamu tersimpan jauh di dalam samudera, terkubur dalam perut bumi yang paling dalam

Gaungmu semakin hilang ditelan kabut malam, menghilang…

Kekasih hati pergi tanpa pesan dan meninggalkan sejuta luka

Entah apa yang membawamu  kini kembali ???

Kau berkabar dan mengejutkan , kau datang lagi di hari -hariku walaupun hanya sebentar

Aku tersadar ini sebuah pertanda, bahwa kau ingin berpamitan dan pergi untuk selamanya

Semua sudah berlalu, hanya kata maaf yang kau pinta dariku

Ingin kita bertemu, namun ajal telah memisahkan kita,,, selamat jalan semoga kau tenang di sisi-Nya 

Tinggalkan Balasan