DIARYKU, 2 Februari

Puisi Akrostik Edisi ke – 2 Tema Kehilangan
untuk puisi akrostik kali ini saya membuat kalimat “Kehilangan Seorang Kekasih”. Lewat puisi akrostik kita dapat memaparkan perasaan tentang rasa sedih, dendam, kehilangan.
Kau yang pernah singgah dalam hatiku dan yang selalu mengisi untaian indah cerita kita
Entah angin apa yang membawamu kini hadir lagi dalam ingatanku, aku benci dengan semua rasa ini
Hanya suaramu yang terdengar mimpikah ini? ataukah ini yang dinamakan rindu, rasa yang sudah lama terkubur dalam kotak kenangan berbalut kebencian
Inikah mimpi disiang bolong, mengapa semua terulang kembali? kau membuatku tertegun sendu
Lama tersimpan kenangan itu dan semakin menghilang bersama putaran waktu
Adakah ini nyata atau hanya lamunan semata bagiku
Nanar tatapanku, kini bagiku semua hanya fatamorgana dan berbalut kelu
Gambaran masa remaja seindah pelangi, untaian puja-puji bak permaisuri
Adakah yang kau rasakan, semua berhenti karena sebuah penghianatan
Nyata di depan mata, kau bermain gila dengannya
Seorang penghianat, tetap penghianat sampai kapan pun
Entah sampai kapan dendam ini kupendam, biarlah sang waktu yang akan menjawabnya
Oooohhhh,,,sungguh menyakitkan jika aku ingat kembali masa itu
Rasa yang telah hilang bak ditelan bumi, di antara gemuruh ombak
Angin apa yang telah membawamu kembali dengan sejuta kenangan yang sangat menyakitkan
Namamu tersimpan jauh di dalam samudera, terkubur dalam perut bumi yang paling dalam
Gaungmu semakin hilang ditelan kabut malam, menghilang…
Kekasih hati pergi tanpa pesan dan meninggalkan sejuta luka
Entah apa yang membawamu kini kembali ???
Kau berkabar dan mengejutkan , kau datang lagi di hari -hariku walaupun hanya sebentar
Aku tersadar ini sebuah pertanda, bahwa kau ingin berpamitan dan pergi untuk selamanya
Semua sudah berlalu, hanya kata maaf yang kau pinta dariku
Ingin kita bertemu, namun ajal telah memisahkan kita,,, selamat jalan semoga kau tenang di sisi-Nya




