Boleh Sombong Kalau Sudah di Vaksin?

Kesehatan, YPTD392 Dilihat

Foto: Kompas.com

Sikap angkuh itu tidak memiliki kerendahan hati untuk meyakini, bahwa manusia itu dibawah kendali kekuatan, dan kekuasaan Yang Maha Kuasa. Manusia tidak akan berani angkuh kalau dia tahu ada yang lebih berhak untuk angkuh selain dirinya.

Kenapa orang-orang yang sudah di vaksin, dengan kerendahan hatinya harus tetap mematuhi protokol kesehatan? Karena itulah adab manusia yang disukai Tuhan, tetap meyakini bahwa atas kehendak Tuhan apa pun bisa terjadi.

Dan manusia harus mewaspadai hal-hal yang akan terjadi diluar kekuasaan manusia, karena apa pun bisa terjadi. Itulah salah satu kekuasaan Tuhan, ketika manusia takabur, maka Tuhan memperlihatkan Kuasanya.

Pemberian vaksin itu memang untuk memberikan kekebalan terhadap virus corona, dan itu adalah bagian dari ikhtiar pemerintah untuk melindungi masyarakat dari virus corona. Namun tidak berarti kalau sudah di vaksin bisa petantang-petenteng seenaknya.

Mujarabnya suatu Vaksin, bukanlah hasil kehebatan manusia, karena ikhtiar manusia itu hanya 10%, 90% sisanya adalah karena campur tangan Tuhan. Manusia tidak bisa sombong dengan ilmunya, karena ilmu itu sendiri Anugerah Yang Maha Kuasa.

Sudah pakai kontrasepsi pun kadang tetap bisa hamil, itulah buktinya bahwa ada kekuasaan Tuhan diluar kekuasaan manusia. Semua mudah bagi Tuhan, dengan kekuasaannya yang absolut, Tuhan bisa melakukan apa saja. Kewajiban manusia mengimani itu.

Itulah satu bukti, bahwa keselamatan, dan keamanan manusia itu sepenuhnya ada ditangan Tuhan. Tidak satu orang pun bisa klaim apa yang sudah diciptakannya bisa menjamin kehidupan orang lain. Semua tergantung ‘izin’ Yang Maha Kuasa.

Jadi walau pun sudah di vaksin, tetaplah dengan kerendahan hati mau menjaga protokol kesehatan, karena perilaku itu bisa menjadi teladan buat yang lainnya. Disamping itu, supaya dengan kerendahan hati juga kita tetap meyakini, ada kekuasaan Tuhan diluar kekuasaan kita.

Semua usaha untuk mengatasi penyebaran virus covid-9, adalah bagian dari ikhtiar, tidak ada yang patut disombongkan dengan semua itu. Vaksin bukanlah segala-galanya, itu hanyalah alat/media untuk membantu memberikan kekebalan terhadap penularan corona.

Kalau pun diragukan efektivitasnya, itulah bukti selemah-lemahnya manusia. Tapi atas izin dan Ridho Allah bisa saja meskipun diragukan efektivitasnya, vaksin tersebut bisa menyelamatkan. Tidak mungkin bagi manusia, sangat mungkin bagi Allah, itulah manusia diwajibkan berikhtiar, bukan cuma mengutuk keadaan. (Aji Najullah Thaib)

Tinggalkan Balasan