
26. Buat Batasan dengan Orang Lain
Sangat diperlukan membuat batasan-batasan atau Personal Boundareis antara diri kita sendiri dari pengaruh eksternal. Dalam berinteraksi sosial kalau kita tidak membuat batasan, maka orang lain tidak mengetahui mana area privasi dan mana yang bukan.
Setiap orang pasti memiliki area personal di mana tidak semua orang bisa mengetahuinya. Kita perlu membuat batasan diri sendiri. Jika tidak bisa membuat boundaries terhadap diri sendiri, kita tidak akan tahu apakah orang lain masuk ke kehidupan kita dan melanggar privasi.
Kita ibaratkan diri kita sebagai rumah. Sementara orang lain yang masuk akan membuat kita kebingungan. Orang-orang yang belum bisa mengatur batasan diri akan mudah dipengaruhi dan dimanipulasi. Cara mengatur batasan diri adalah menentukan aspek prioritas hidup.
Contohnya seperti pendidikan, keluarga, karier. Namun, intinya semua keputusan dalam hidup harus berbasis pada prioritas yang sudah kamu tentukan. Batasan ini juga ada bermacam-macam, yuk simak apa saja batasan diri yang harus kita miliki!
Batasan ini bisa berupa sikap atau prinsip pribadi yang akan membentengi diri Anda dari berbagai pengaruh yang bisa merusak wilayah personal Anda. Karena sudah menjadi sikap atau pun prinsip, maka Anda sendiri tidak akan melanggarnya.
Seringkali orang kesulitan untuk menetapkan batasan tentang dirinya, mereka takut bila menyinggung perasaan orang lain ketika berbicara tentang apa yang membuatnya kurang nyaman. Namun membuat batasan yang sehat sangat diperlukan.
Kita harus belajar untuk bilang ‘tidak’ pada hal yang tidak kita sukai tanpa perlu melukai perasaan orang lain.
4 Cara membuat batasan pribadi Anda dengan orang lain:
• Memahami batasan pribadi yang sehat
Pahami tujuan batas pribadi yang sehat. Batas pribadi yang sehat bertujuan melindungi Anda supaya bisa hidup sedemikian rupa untuk kebaikan diri sendiri. Biasanya orang menetapkan batas pribadi berdasarkan apa yang telah dipelajarinya dari berbagai relasi dalam hidupnya, mungkin relasi dengan orang tua, saudara kandung, teman, atau pasangan.
Bandingkan batas pribadi yang sehat dan yang tidak. Sebelum menetapkan batas pribadi, coba pahami contoh-contoh batas pribadi yang tidak sehat berikut ini: Ketergantungan sehingga selalu harus bersama pasangan, Memanipulasi pasangan, Tidak mampu bersahabat dengan orang lain, Bergantung pada alkohol dan obat-obatan demi kenyamanan dalam hubungan itu, Tak rela hubungan itu berubah sama sekali, dan Cemburu atau kurangnya komitmen.
Kenali apa itu batas keemosian. Dalam batas keemosian yang sehat, Anda bisa menyuarakan keinginan dan kehendak. Batas keemosian memisahkan antara perasaan Anda dengan perasaan orang lain. Batas ini melindungi citra diri Anda dan di dalamnya termasuk: kepercayaan, perilaku, pilihan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan untuk akrab dengan orang lain.
• Menetapkan batasan yang sehat
Pertama Anda perlu menyadari dahulu pentingnya menetapkan (atau memperjelas) batas pribadi. Batas pribadi adalah bentuk kasih dan penghormatan bagi diri sendiri dan orang lain dan bukan bersumber dari rasa takut atau penolakan. Batas ini bisa membebaskan dari kebiasaan buruk yang serba ingin menyenangkan orang lain saja demi merasa dicintai dan diterima.
Contoh, teman sekamar selalu meminjam mobil tetapi tak pernah mengisikan bensin atau mengganti uang bensin. Pastinya Anda tak bisa terus-menerus membayarkan uang bensinnya.
Kedua, Pikirkan apa yang ingin Anda capai dengan batasan ini.
Sebaiknya Anda memikirkan ini untuk tiap jenis batas (fisik dan keemosian) dan untuk berbagai konteks (di rumah, di tempat kerja, ketika bersama teman, dan lainnya).
Contoh, mungkin Anda bisa memutuskan untuk mencegah orang lain memanfaatkan Anda, menyia-nyiakan waktu Anda, atau melanggar ruang pribadi Anda.
Contoh, Anda ingin meminta teman sekamar untuk ikut patungan membayar uang bensin jika dia meminjam mobil Anda.
• Menetapkan batasan pribadi dilingkungan kerja
Sampaikan batas pribadi pada kolega. Sering kali orang terlalu permisif jika tidak ada batas pribadi atau jika tidak menjaga batas itu. Pastikan semua kolega paham batas pribadi Anda dengan mengomunikasikannya secara jelas.
Contoh, kadang ada saja kolega yang berasumsi Anda bisa membalas surel (email) kapan pun. Jika Anda ingin membalas surel perihal kerja di waktu kerja saja, hal ini perlu disampaikan. Jika ada kolega yang mengatakan, “Aku email drafnya nanti malam ya “, Anda bisa menjawab, “Akan kulihat drafmu begitu di kantor besok pagi.”
Minta bantuan jika perlu. Kalau beban kerja Anda sudah terlalu banyak, minta atasan Anda untuk menugaskan seseorang untuk membantu. Anda juga bisa mengusulkan cara pengaturan ulang beban kerja Anda supaya bisa memenuhi kewajiban yang mendesak dan memprioritaskan tugas lainnya.
Tetapkan batas pribadi yang layak antarperorangan. Sangat penting untuk menetapkan batasan tertentu agar lingkungan kerja tetap profesional dan produktif. Perusahaan mungkin punya kebijakan yang menetapkan batas pribadi, terutama tentang saling menghormati antarkolega, pemakaian teknologi, dan lainnya.
• Menghentikan relasi yang manipulatif dan melukai
Kenali perilaku yang manipulatif dan melukai. Ada relasi yang lebih dari sekadar perlu batasan, yakni yang manipulatif dan melukai. Berikut adalah beberapa contoh perilaku yang antara lain:
1. Kekerasan fisik: Hal ini mencakup pukulan, tamparan, dan kekerasan fisik lainnya.
2. Ancaman kekerasan: Menurut Northwestern University Women’s Center, “hubungan yang baik tidak mengandung ancaman.”
3. Perusakan Barang: Perilaku ini bertujuan mengintimidasi orang dan bisa jadi merupakan awal kekerasan fisik.
4. Menggunakan kekerasan ketika berargumen: Mungkin ada orang yang mencoba menahan Anda secara fisik atau menghalangi jalan agar Anda tidak bisa mundur ke tempat yang aman.
5. Kecemburuan: Orang yang cemburu bisa selalu menanyakan dan memonitor segala aktivitas pasangannya.
Sudahi hubungan seperti itu. Jika Anda melihat adanya perilaku manipulatif atau melukai dalam hubungan Anda, mungkin artinya Anda sudah melewati titik untuk membicarakannya baik-baik.
Walaupun sudah menetapkan batasan yang baik, perilaku orang yang kasar kemungkinan tidak akan sembuh hanya dengan suatu percakapan. Jika Anda bisa menyudahi hubungan itu dengan aman, lakukanlah segera.
Sumber :
1. id.wikihow.com
2. yoursay.suara.com









